TRANS TV - Benarkah Teh Bunga Mawar Punya Antioksidan Setara Teh Hijau? | Teh bunga mawar, terutama dari kultivar Rosa damascena, kini semakin populer sebagai pilihan minuman herbal yang bebas kafein dan kaya akan senyawa antioksidan. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Vinokur dan rekan-rekannya, yang dipublikasikan di Journal of Food Science pada tahun 2006, mereka menguji seduhan air panas dari kelopak kering 12 kultivar mawar dan membandingkannya dengan teh hijau. Hasilnya cukup mengejutkan: kapasitas antioksidan teh mawar berkisar antara 712,7 hingga 1.770,7 µM Trolox per gram, sedangkan teh hijau berada di angka 1.227,6 µM Trolox per gram.
Ini menunjukkan bahwa beberapa kultivar mawar bisa setara atau bahkan lebih baik dari teh hijau, meskipun ada juga yang memiliki kandungan lebih rendah. Kandungan fenolnya bervariasi, antara 50,7 hingga 119,5 mg ekuivalen asam galat per gram, dengan nilai tertinggi ditemukan pada beberapa kultivar tertentu dan Rosa damascena. Namun, penting untuk dicatat bahwa pengujian ini dilakukan di laboratorium, bukan pada manusia, jadi tingginya angka antioksidan belum tentu membuktikan manfaat kesehatan tertentu.
Meskipun kaya akan asam galat bebas dan bebas kafein karena kelopaknya tidak mengandung kafein, klaim bahwa teh bunga mawar dapat menjaga kesehatan pembuluh darah atau meningkatkan imunitas masih belum didukung oleh uji klinis pada manusia. Aktivitas antiinflamasi dan penurunan glukosa darah sejauh ini hanya tercatat dalam studi eksperimental yang berskala terbatas. Kelopak mawar juga mengandung polifenol lain seperti kuersetin dan kaempferol, tetapi kedua senyawa ini terutama ditemukan pada spesies Rosa rugosa dan belum terkonfirmasi untuk Rosa damascena berdasarkan sumber yang ada. Jadi, meskipun teh bunga mawar bisa dinikmati sebagai minuman aromatik, kita belum bisa menganggapnya sebagai solusi medis.
Ketika berbicara tentang pencernaan, bukti paling kuat mengenai Rosa damascena justru berasal dari penelitian tentang sembelit fungsional. Sebuah meta-analisis yang melibatkan 13 studi klinis menunjukkan bahwa produk Rosa damascena dapat meningkatkan kualitas hidup pasien, meningkatkan frekuensi buang air besar dalam seminggu, dan mengurangi masalah pengosongan usus yang tidak tuntas. Namun, sayangnya, bentuk tinja tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan, dan gejala cenderung muncul kembali setelah penggunaan berlanjut.
Yang perlu dicatat, uji klinis tersebut umumnya menggunakan sirup atau dekokta kelopak yang dicampur dengan gula merah, madu, atau adas, bukan hanya seduhan teh biasa. Ini berarti, hasil tersebut mungkin tidak berlaku untuk secangkir teh mawar yang diminum tanpa tambahan apa pun. Efeknya dalam meredakan gangguan lambung ringan atau kembung juga masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Teh bunga mawar tanpa gula biasanya rendah kalori dan aman untuk dikonsumsi sebagai minuman sehari-hari. Namun, keamanannya bagi penderita diabetes atau gangguan metabolik belum diteliti secara mendalam. Bagi mereka yang rutin mengonsumsi obat-obatan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menjadikan teh mawar sebagai bagian dari kebiasaan, mengingat ada potensi interaksi yang belum sepenuhnya dipahami. Selain itu, seduhan yang terlalu pekat juga dilaporkan dapat membuat tinja menjadi lebih lunak.**
Photo by Zulfugar Karimov on Unsplash