TRANS TV - Penyebab Kesemutan di Tangan dan Kaki, Kapan Harus Waspada? | Sensasi kesemutan atau parestesia yang sering muncul tiba-tiba di tangan dan kaki sering kali dianggap sepele, biasanya hanya akibat duduk bersila terlalu lama. Dan untuk banyak kasus, anggapan itu memang benar. National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS) menjelaskan bahwa penyebab kesemutan sementara ini terjadi ketika ada tekanan yang terus-menerus pada saraf, seperti saat kita duduk bersila atau tidur dengan lengan tertekuk di bawah kepala.
Begitu tekanan itu dihilangkan, saraf kembali mengirimkan sinyal normal, sehingga rasa kebas, seperti tertusuk jarum atau tersengat listrik, akan mereda dalam hitungan detik hingga beberapa menit. Namun, serangan panik dan hiperventilasi juga bisa menyebabkan kesemutan sementara di area mulut, tangan, dan kaki. Di sisi lain, kesemutan yang bersifat kronis, sering muncul kembali, atau tidak kunjung hilang adalah hal yang berbeda. Kondisi ini bisa jadi merupakan gejala dari penyakit saraf atau cedera saraf yang lebih serius, mulai dari jebakan saraf seperti sindrom terowongan karpal hingga neuropati perifer, yang merupakan kerusakan pada saraf tepi. Memahami berbagai penyebab kesemutan adalah langkah awal yang penting sebelum kita menarik kesimpulan sendiri.
Neuropati perifer memiliki lebih dari 200 penyebab yang berbeda. Diabetes adalah salah satu penyebab paling umum, sebuah tinjauan yang dilakukan oleh Mayo Clinic menyebutkan bahwa diabetes menyumbang lebih dari 50 persen kasus neuropati perifer di kalangan populasi Barat. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf melalui mekanisme yang kompleks, melibatkan faktor metabolik dan pembuluh darah, dan beberapa penderita tetap mengalami neuropati meskipun kadar gula darah mereka terkontrol dengan baik.
Selain diabetes, kekurangan vitamin B12 juga dapat mengganggu pemeliharaan selubung mielin yang melindungi saraf, sementara penyakit autoimun seperti CIDP dan sindrom Guillain-Barré terjadi ketika sistem imun secara keliru menyerang saraf tepi. Penyebab lain mencakup konsumsi alkohol berlebihan, penyakit ginjal, infeksi, serta efek samping obat kemoterapi, dan pada sebagian pasien penyebabnya tidak ditemukan sama sekali. Karena itu, kesemutan yang menetap atau terus kambuh layak diperiksakan ke dokter agar penyebab kesemutan bisa dicari dan ditangani sedini mungkin. Kesemutan mendadak di satu sisi tubuh yang disertai kelemahan atau bicara pelo perlu penanganan darurat, sebab stroke dan serangan iskemik transien termasuk penyebab parestesia.**