TRANS TV - Mandi Air Belerang Memang Bermanfaat tapi Perlu Dipahami Batasnya | Mandi air belerang atau balneoterapi bukan hanya sekadar cara untuk bersantai di sekitar sumber mata air panas. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ini bisa menjadi terapi pendukung yang menjanjikan untuk beberapa kondisi kesehatan. Sulfur sendiri sudah lama digunakan dalam dermatologi berkat sifat antimikroba dan imunomodulatornya. Menariknya, kombinasi sulfur dan magnesium dilaporkan memiliki efek bakterisida terhadap Staphylococcus aureus, bakteri yang sering memperburuk lesi dermatitis atopik.
Sebuah tinjauan sistematik mencatat adanya perbaikan gejala psoriasis dan eksim setelah menjalani balneoterapi, terutama untuk psoriasis yang paling banyak diteliti. Namun, penulis tinjauan tersebut mengakui bahwa jumlah studi yang ada masih terbatas dan sering kali berkualitas rendah, sehingga manfaatnya belum bisa dianggap sangat kuat. Selain itu, penting untuk dicatat bahwa efek sulfur dalam produk oles yang mengandung 1 hingga 4 persen tidak serta merta berlaku untuk air mandi. Di Jepang, standar untuk mata air belerang hanya mensyaratkan lebih dari 2 mg sulfur per kilogram air, yang berarti kadar tersebut jauh lebih encer.
Klaim bahwa mandi air belerang efektif dalam mengurangi bakteri penyebab jerawat (Cutibacterium acnes) atau jamur seperti Malassezia juga belum didukung oleh data uji coba pada manusia. Mekanisme pastinya masih menjadi misteri, dan penyerapan hidrogen sulfida (H?S) melalui kulit masih diperdebatkan: beberapa sumber menyatakan bahwa penyerapan itu mudah, sementara panduan toksikologi menunjukkan bahwa penyerapan melalui kulit yang utuh sangat minimal.
Dalam konteks sistem gerak, tinjauan terbaru menyimpulkan bahwa balneoterapi dapat membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi pada penderita osteoartritis. Untuk fibromialgia, meta-analisis menunjukkan adanya manfaat dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan kualitas hidup, meskipun kepastian buktinya bervariasi dari sangat rendah hingga sedang. Efek penenangnya juga terbukti ada, tetapi tidak sesederhana menurunkan kortisol. kadar kortisol memang turun sesaat pada orang sehat yang mengalami stres berat, sementara pada pasien reumatik, peningkatan kadar kortisol justru bisa menjadi stres ringan yang bermanfaat.
Mandi belerang tetap perlu dilakukan dengan hati-hati. Hidrogen sulfida adalah gas beracun, dan keracunan fatal pernah dilaporkan pada orang yang berendam di ruang tertutup. Bau telur busuknya bisa hilang saat paparan berlanjut sehingga memberi rasa aman palsu. Hindari mata air liar yang tidak jelas kondisinya dan ruang berendam tanpa ventilasi. Belerang juga dapat memicu alergi, berendam terlalu lama berisiko membuat tubuh kepanasan, dan kulit sensitif atau lansia lebih mudah teriritasi.
Ibu hamil serta penderita gangguan jantung, tekanan darah, atau diabetes sebaiknya berkonsultasi dengan dokter lebih dahulu. Singkatnya, balneoterapi layak dipandang sebagai pelengkap pengobatan, bukan pengganti terapi medis standar, sehingga mandi air belerang tetap perlu dinikmati secara bijak dan terukur.**