TRANS TV - Efek Samping Makan Oncom Berlebihan, Apa Saja, sih? | Oncom sering kali dianggap remeh, hanya sebagai sisa dari tempe atau tahu. Namun, jika kita melihatnya dari sudut pandang sains pangan, justru sebaliknya. Oncom adalah satu-satunya makanan tradisional di dunia yang sepenuhnya difermentasi oleh kapang Neurospora intermedia. Keunikan ini menarik perhatian para peneliti dari luar Indonesia untuk mempelajarinya lebih dalam. Vayu Hill-Maini, seorang ahli bioteknologi pangan yang risetnya tentang fermentasi Neurospora dipublikasikan di jurnal Nature Microbiology, menggambarkan proses pembuatan oncom sebagai sesuatu yang hampir ajaib. Kapang ini mampu mengubah ampas kedelai yang hampir tidak bisa dimakan menjadi makanan bergizi hanya dalam waktu sekitar 36 jam.
Penelitian lama yang tercatat dalam basis data suplemen makanan milik National Institutes of Health menunjukkan bahwa oncom kedelai tanpa lemak yang difermentasi Neurospora intermedia dapat menurunkan kadar kolesterol plasma pada tikus yang diberi pakan bebas kolesterol. Ini adalah sinyal awal bahwa kapang oncom tidak hanya mengubah rasa dan tekstur, tetapi juga berinteraksi aktif dengan metabolisme lemak. Namun, di balik potensi tersebut, efek samping makan oncom atau risiko yang sering kali diabaikan orang ketika mengonsumsinya, terutama jika dikonsumsi berlebihan dari sumber yang tidak terjamin kebersihannya.
Halaman toksisitas yang disusun dari kajian mikrobiologi pangan mencatat dua ancaman nyata terkait efek samping makan oncom. Pertama, ampas kacang tanah yang digunakan sebagai bahan baku oncom hitam secara alami rentan terhadap kontaminasi kapang Aspergillus flavus, yang menghasilkan aflatoksin, racun karsinogenik bagi hati. Untungnya, kapang Neurospora dan Rhizopus yang ada pada oncom diketahui dapat menekan produksi aflatoksin tersebut. Kedua, dan ini jauh lebih berbahaya, ampas kelapa yang kadang digunakan sebagai substrat oncom bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri Burkholderia gladioli, mikroba yang memproduksi asam bongkrek dan toksoflavin, dua senyawa yang sangat beracun dan telah berulang kali menyebabkan kasus keracunan mematikan di Indonesia
Artinya, aman-tidaknya oncom bukan soal jumlah yang dimakan semata, melainkan soal kepercayaan pada higienitas produsennya: oncom segar, berbau khas tanpa aroma menyengat basi, dan diolah matang sempurna tetap layak jadi sumber protein nabati murah meriah. Namun, begitu ragu pada asal dan cara pembuatannya, lebih baik jangan dipaksakan berapa pun menggodanya aroma gorengannya, sebuah kehati-hatian yang menjadi kunci untuk menghindari efek samping makan oncom yang bisa berakibat fatal bagi kesehatan.**