TRANS TV - Cara Mencegah DBD dengan Langkah Sederhana yang Bisa Selamatkan Nyawa | Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) selalu menjadi perhatian utama dalam kesehatan global, terutama dengan meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem dan lonjakan suhu yang mempercepat siklus reproduksi nyamuk Aedes aegypti. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lonjakan signifikan dalam kasus dengue di seluruh dunia, bahkan mencatat rekor tertinggi dalam sejarah pada tahun 2024 dengan lebih dari 14 juta kasus. Wilayah tropis seperti Indonesia menjadi salah satu pusat penularan di Asia Tenggara.
Dalam menghadapi tantangan ini, pendekatan konvensional 3M Plus, yaitu menguras, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas, masih menjadi fondasi utama cara mencegah DBD. Ini sangat penting untuk memutus rantai perkembangan jentik nyamuk di lingkungan rumah. Para ahli kesehatan masyarakat dan entomologi menekankan bahwa upaya pemberantasan sarang nyamuk yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat jauh lebih efektif dan berkelanjutan dibandingkan hanya mengandalkan pengasapan (*fogging*), yang malah dapat menyebabkan resistensi insektisida pada populasi nyamuk dewasa.
Langkah penting selanjutnya berkenaan dengan cara mencegah DBD adalah memperkuat perlindungan diri sehari-hari. Ini termasuk penggunaan racun nyamuk yang terstandarisasi, kawat kasa, dan repelen yang mengandung bahan aktif seperti DEET atau picaridin, yang telah terbukti secara klinis dapat mengurangi risiko gigitan nyamuk di waktu-waktu aktif mereka, yaitu pagi dan sore. Selain itu, hadirnya vaksin dengue generasi baru, seperti vaksin Qdenga, merupakan terobosan penting untuk menurunkan angka rawat inap dan risiko keparahan infeksi. WHO melalui SAGE pada September 2023 merekomendasikan vaksin ini untuk anak-anak berusia 6 hingga 16 tahun di daerah dengan tingkat penularan yang tinggi.
Sinergi antara kebersihan lingkungan, proteksi mandiri, dan intervensi imunisasi yang tepat sasaran menjadi strategi paling realistis dalam mencegah DBD secara masif di tengah masyarakat. Cara mencegah DBD yang dilakukan bukanlah upaya sekali jadi, melainkan komitmen berkelanjutan yang membutuhkan peran aktif setiap elemen masyarakat, dari lingkungan rumah hingga kebijakan kesehatan publik, untuk menekan angka kesakitan serta kematian akibat penyakit yang telah merenggut banyak nyawa ini.**