Dokter Traveler

Akar Bajakah, Ketika Hutan Kalimantan Menyimpan Harapan Baru bagi Kesehatan

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV -  Akar Bajakah, Ketika Hutan Kalimantan Menyimpan Harapan Baru bagi Kesehatan | Hutan hujan tropis Kalimantan menyimpan kekayaan hayati yang luar biasa, salah satunya adalah akar bajakah. Tumbuhan ini telah lama digunakan oleh masyarakat adat Dayak sebagai obat tradisional, sebuah warisan kearifan lokal yang kini mulai mendapatkan perhatian dari dunia ilmiah. Penelitian menunjukkan bahwa akar bajakah kaya akan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, tanin, dan fenolik, yang semuanya memiliki aktivitas antioksidan yang sangat tinggi.

Beberapa uji laboratorium bahkan menunjukkan nilai IC50 ekstrak akar bajakah berada di kisaran 13 hingga 22 ppm, yang tergolong sangat kuat dalam skala antioksidan. Senyawa-senyawa aktif ini berperan penting dalam melawan radikal bebas, meredakan peradangan kronis, dan mempercepat proses penyembuhan luka pada jaringan tubuh, temuan ini menjadikan manfaat akar bajakah sebagai topik yang hangat dibicarakan di kalangan peneliti dan praktisi kesehatan. Inilah alasan mengapa manfaat akar bajakah kini bukan hanya sekadar cerita rakyat, tetapi juga menjadi objek kajian ilmiah yang serius dan menjanjikan.

Potensi medis dari tanaman ini juga menarik perhatian akademisi dan peneliti kehutanan, yang semakin memperkuat bukti ilmiah di balik manfaat akar bajakah yang selama ini diwariskan secara lisan. Prof. Dr. Ir. H. Yudi Firmanul Arifin, M.Sc., seorang Guru Besar Ekologi Hutan dari Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), bersama timnya telah melakukan berbagai riset mendalam mengenai kandungan fitokimia dan potensi budidaya tanaman bajakah dari berbagai daerah hutan Kalimantan.

Berdasarkan penelitian-penelitian tersebut dan berbagai studi ilmiah lainnya tentang bajakah, diketahui bahwa kandungan flavonoid pada tanaman ini berperan sebagai antioksidan yang berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker, sejalan dengan kearifan lokal masyarakat Dayak yang telah lama memanfaatkan tanaman ini untuk tujuan tersebut. Meskipun hasil uji laboratorium dan uji pada hewan menunjukkan potensi penghambatan sel tumor dan radikal bebas yang menjanjikan, para ahli menekankan perlunya uji klinis lanjutan pada manusia, yang hingga kini belum tersedia, agar pemanfaatan manfaat akar bajakah sebagai terapi pendamping medis dapat terukur secara aman dan presisi.**