TRANS TV - Kandungan Kolesterol pada Kepiting, Fakta atau Mitos? Ini Penjelasannya | Banyak orang sudah terlanjur menganggap kepiting sebagai makanan pesisir yang berbahaya bagi kesehatan pembuluh darah, terutama karena kandungan kolesterol pada kepiting yang dianggap tinggi. Meskipun anggapan ini tidak sepenuhnya salah, sering kali pemahaman ini kurang tepat karena tidak melihat gambaran nutrisi secara keseluruhan.
Data gizi menunjukkan bahwa dalam 100 gram daging kepiting mentah, terdapat sekitar 55 hingga 95 miligram kolesterol, tergantung pada jenis dan sumbernya, angka ini memang cukup tinggi jika dibandingkan dengan sumber protein hewani lainnya. Namun, keunggulan gizi kepiting justru terletak pada rendahnya lemak jenuh dan tingginya kandungan asam lemak omega-3, protein berkualitas tinggi, selenium, dan vitamin B12. Penting untuk diketahui agar masyarakat tidak terjebak dalam stigma negatif yang berlebihan terhadap kandungan kolesterol pada kepiting.
Kekhawatiran mengenai kandungan kolesterol pada kepiting juga direspon oleh Prof. Alice Lichtenstein, seorang peneliti senior di bidang gizi kardiovaskular dari Tufts University. Ia menekankan bahwa dalam konteks pola makan saat ini, kolesterol dari makanan memiliki dampak yang jauh lebih kecil terhadap kadar kolesterol darah dibandingkan dengan konsumsi lemak jenuh dan lemak trans—pandangan ini menjadi dasar perubahan pedoman gizi di Amerika Serikat yang kini tidak lagi menetapkan batas ketat untuk asupan kolesterol harian.
Dengan demikian, bahaya sebenarnya dari kuliner kepiting bukan terletak pada dagingnya, melainkan pada cara pengolahan yang sering menggunakan margarin, saus santan kental, atau deep frying. Jika diolah dengan cara yang sehat, seperti dikukus atau direbus dengan bumbu rempah alami, dan dikonsumsi dalam porsi yang wajar, kepiting tetap bisa menjadi pilihan sumber nutrisi bahari yang aman dan menyehatkan, tanpa perlu khawatir berlebihan tentang kandungan kolesterol pada kepiting yang selama ini menjadi momok di kalangan pecinta seafood.**