TRANS TV - Benarkah Mengonsumsi Ikan Lele Dapat Membahayakan Kesehatan? | Banyak beredar rumor bahwa ikan lele bikin darah tinggi, bikin jantung bermasalah, bahkan disebut-sebut memicu kanker karena hidup di comberan dan makan apa saja. Tapi begitu ditelusuri ke jurnal-jurnal gizi, gambarannya jauh berbeda dari rumor yang beredar dari mulut ke mulut itu. Manfaat ikan lele justru direkomendasikan asosiasi kesehatan jantung dunia. American Heart Association bersama American Dietetic Association secara tegas menganjurkan konsumsi ikan, termasuk lele, minimal dua kali seminggu untuk pencegahan penyakit jantung, karena kandungan lemak total dan lemak jenuhnya rendah, sementara protein dan mineral esensialnya tinggi, plus mengandung asam lemak omega-3 rantai panjang (EPA dan DHA) yang justru melindungi jantung, bukan merusaknya.
Satu fillet lele bahkan mengandung sekitar 253 mg omega-3, jumlah yang cukup berarti meski memang tidak setinggi ikan berlemak seperti salmon atau tuna. Riset yang dipublikasikan di NHANES (studi kesehatan nasional Amerika Serikat, 1999–2018) menegaskan bahwa peningkatan asupan omega-3 dari makanan justru berkorelasi dengan penurunan risiko penyakit jantung koroner, bukan sebaliknya. Manfaat ikan lele tidak berhenti pada jantung, tetapi juga memberikan kontribusi penting bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Soal isu kanker, jawabannya juga tidak kalah mengejutkan orang yang selama ini takut makan lele. Alih-alih memicu kanker, riset yang dipublikasikan tentang manfaat nutrisi ikan lele justru menemukan bahwa kandungan asam lemak omega-3 dalam ikan berpotensi menurunkan risiko berbagai jenis kanker sebesar 30 hingga 50 persen, khususnya kanker rongga mulut, esofagus, usus besar, payudara, ovarium, dan prostat. Meski begitu, bukan berarti lele bebas catatan sama sekali. Tim peneliti Mayo Clinic mengingatkan bahwa beberapa penelitian menunjukkan kadar omega-3 tinggi dalam darah bisa berkaitan dengan peningkatan risiko kanker prostat pada sebagian studi, sementara studi lain justru menunjukkan omega-3 membantu mencegahnya, belum ada kesimpulan pasti, sehingga riset lanjutan masih dibutuhkan.
Yang justru perlu jadi perhatian sesungguhnya bukan soal lelenya, melainkan asal-usulnya. Mayo Clinic mencatat kekhawatiran tentang ikan hasil budidaya tambak karena penggunaan antibiotik, pestisida, dan bahan kimia lain dalam proses pembesarannya, meski FDA menyatakan kadar zat tersebut pada umumnya masih dalam batas aman bagi kesehatan. Manfaat ikan lele bisa diperoleh secara maksimal jika memilih lele dari sumber yang bersih dan dikelola dengan baik. Jadi sebelum menyalahkan lele di piring, yang lebih penting justru ditanyakan adalah dari kolam mana lele itu berasal dan bagaimana ia dibesarkan, bukan menjauhi lelenya sama sekali. Mengonsumsi lele secara bijak dengan memperhatikan asal-usulnya adalah kunci untuk merasakan manfaat ikan lele secara optimal.**