
TRANS TV - Pasar Takjil Benhil, Destinasi Wajib saat Ramadan di Jakarta | Setiap Ramadan, sore hari di Bendungan Hilir atau Benhil berubah menjadi pusat keramaian yang tak pernah sepi. Dari ujung jalan, aroma gorengan, kolak, dan bubur kampiun khas Minang sudah tercium, menggoda siapa pun yang lewat. Suasananya ramai, tapi tetap hangat.
Bukan hanya yang berpuasa, teman-teman non-Muslim juga ikut antre untuk membeli bubur sumsum atau es buah. Pasar Takjil Benhil sudah seperti panggung besar yang merayakan kebersamaan. Senggolan di tengah kerumunan bukanlah masalah, malah menjadi bagian dari keseruan berburu takjil. Yang penting, kantong plastik penuh makanan dan pulang dengan senyum puas.
Di balik keramaian itu, Pasar Takjil Benhil juga mencerminkan ekonomi yang sangat hidup. Pengunjung tak ragu mengeluarkan uang yang tergolong banyak dalam sekali belanja untuk stok lauk dan camilan. Gerai bubur legendaris yang menjual biji salak, ubi ungu, hingga ketan srikaya selalu dikerubuti antrean panjang.
Tak hanya ibu-ibu, para bapak-bapak juga jago membandingkan harga sambil mencari diskon. Di sinilah Pasar Takjil Benhil menunjukkan bahwa ia bukan hanya tempat belanja, tetapi juga ruang sosial yang menyatukan semua orang. Dari anak muda hingga orang tua, dari yang berpuasa hingga yang tidak.**