
TRANS TV - Makna Tahun Baru Imlek di Tengah Hiruk Pikuk Kehidupan Modern | Makna Tahun Baru Imlek sebenarnya tidak serumit yang kita bayangkan. Ia sangat sederhana, tentang pulang. Di tengah keramaian perayaan yang dipenuhi petasan dan lampion, inti dari Imlek justru terletak di meja makan, saat seluruh keluarga berkumpul untuk menikmati hidangan reuni.
Secara filosofis, Imlek menandai datangnya musim semi, waktu di mana alam bangkit kembali setelah tidur panjangnya. Jadi, makna Tahun Baru Imlek adalah tentang harapan yang diperbarui, tentang keyakinan bahwa setelah masa-masa sulit, selalu ada kesempatan untuk tumbuh.
Di Tiongkok, tradisi mudik besar yang dikenal sebagai chunyun menjadi bukti nyata, miliaran oarang melakukan perjalanan hanya untuk satu tujuan, yaitu berkumpul. Ini bukan sekadar angka, melainkan denyut nadi sebuah budaya yang menjadikan keluarga sebagai pusat kehidupan.
Di Indonesia, makna Tahun Baru Imlek mengalami perkembangan yang indah. Sejak 2003, ketika pemerintah menetapkannya sebagai hari libur nasional, Imlek tidak lagi dirayakan dalam kesunyian. Ia telah menjadi milik bersama. Sembahyang di kelenteng, barongsai yang menari di mal-mal, angpao merah yang berpindah tangan, hingga Cap Go Meh yang kini menjadi agenda wisata, semua itu adalah ungkapan syukur dan doa.**