
TRANS TV - Adab Berdebat dalam Islam, Menjemput Kebenaran yang Penuh Berkah | Di zaman keterbukaan yang penuh dengan perbedaan pendapat yang bisa cepat memanas, Islam justru menawarkan panduan yang sangat bijak. Adab berdebat dalam Islam bukanlah tentang siapa yang paling keras atau paling tajam dalam berargumen. Yang terpenting adalah mencari kebenaran, bukan sekadar ingin menang.
Allah mengingatkan kita dalam QS. An-Nahl ayat 125, "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk".
Ayat ini mengajak kita memberikan nasihat yang baik, dan berdebat dengan cara yang paling baik. Tetap tenang, memilih kata-kata yang sopan, dan tidak merendahkan orang lain. Kebenaran yang disampaikan dengan cara kasar sering kali tidak didengar, malah bisa menimbulkan permusuhan.
Menariknya, Rasulullah SAW memberikan kabar gembira bagi mereka yang bisa menahan diri. Beliau bersabda, "Aku menjamin sebuah rumah di pinggir surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun ia benar" (HR. Abu Dawud).
Hadits ini seolah menjadi tamparan bagi kita yang sering merasa paling benar dan ingin menang sendiri. Adab berdebat dalam Islam mengajarkan kita untuk menahan ego. Bukan berarti kita harus diam saat melihat kesalahan, tetapi kita harus menyampaikannya dengan cara yang tepat. Dengan begitu, diskusi yang awalnya bisa menjadi ajang caci maki, bisa berubah menjadi ibadah yang penuh berkah.**