
TRANS TV - Bahaya Penyakit Hati Ujub, Bagaikan Racun di Balik Kekaguman Diri | Penyakit hati ujub sering kali tidak disadari keberadaannya. Ujub, atau rasa kagum terhadap diri sendiri, perlahan-lahan menyusup ke dalam hati ketika seseorang merasa memiliki kelebihan, entah itu harta, kecerdasan, atau amal ibadah. Berbeda dengan riya yang memerlukan orang lain sebagai saksi untuk mencari pujian, ujub adalah bentuk kebanggaan pada diri sendiri yang merasa lebih hebat dibandingkan orang lain.
Allah SWT melalui surah Luqman ayat 18 telah mengingatkan, "Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri." Ayat ini kemudian ditegaskan pada ayat berikutnya yang memerintahkan manusia untuk bersikap rendah hati dan melunakkan suara, sebagai simbol pengendalian diri dari ego yang meluap-luap. Memahami bahaya penyakit hati ujub menjadi penting agar kita tidak terjerumus dalam sikap yang dibenci Allah.
Ancaman terbesar dari bahaya penyakit hati ujub adalah kemampuannya menghanguskan pahala amal ibadah yang telah dibangun dengan susah payah. Rasulullah SAW dalam sebuah hadis shahih yang diriwayatkan Al-Bazzar memperingatkan, "Tiga hal yang membinasakan, sifat kikir yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan kekaguman seseorang pada dirinya sendiri (ujub)."
Ketika seseorang merasa bangga secara berlebihan, ia cenderung merasa tidak lagi membutuhkan bimbingan Tuhan atau nasihat orang lain. Sikap ini pada puncaknya melahirkan kesombongan absolut yang dibenci oleh Sang Pencipta. Memahami bahaya penyakit hati ujub menjadi kunci untuk senantiasa melangitkan doa dan menyadari bahwa setiap pencapaian hanyalah titipan Allah semata.**