
TRANS TV - Duduk Menyilangkan Kaki Mengganggu Peredaran Darah? | Kebiasaan duduk menyilangkan kaki sering kali dilakukan tanpa kita sadari, baik saat bekerja di kantor, menonton TV, atau bersantai di kafe. Banyak orang bertanya-tanya, apakah posisi ini benar-benar berbahaya bagi kesehatan, terutama untuk sirkulasi darah?
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Blood Pressure Monitoring mengungkapkan bahwa duduk menyilangkan kaki di area lutut dapat meningkatkan tekanan darah sistolik hingga 7 persen dan diastolik 2 persen. Peningkatan ini terjadi karena posisi tersebut mendorong lebih banyak darah ke jantung dan menekan pembuluh darah vena di belakang lutut (popliteal vein), sehingga menghambat aliran darah kembali dari kaki ke jantung.
Spesialis jantung, Dr. Stephen Sinatra, bahkan memperingatkan bahwa tekanan berulang pada pembuluh darah ini bisa menyebabkan peradangan dan, dalam kasus ekstrem, meningkatkan risiko penggumpalan darah jika dibiarkan terlalu lama.
Menariknya, para ahli internasional sepakat bahwa efek negatif duduk menyilangkan kaki sangat bergantung pada durasinya. Menurut Dr. Rebecca Fernandez, seorang dokter asal Inggris, menyilangkan kaki selama kurang dari 10-15 menit umumnya tidak berbahaya bagi orang yang sehat. Namun, masalah mulai muncul ketika kebiasaan ini dilakukan sepanjang hari tanpa bergerak. Duduk atau berdiri terlalu lama memang bisa meningkatkan risiko varises.
Tekanan konstan dari posisi menyilang dapat memicu sensasi kesemutan atau kaki tertidur (pins and needles), yang merupakan tanda awal terganggunya saraf peroneal di belakang lutut. Jika Anda sudah merasakan gejala varises atau kaki sering bengkak, sangat disarankan untuk meluruskan kaki dan berjalan singkat setidaknya sekali setiap jam untuk melancarkan kembali peredaran darah.**