TRANS TV - Suami Ngidam Saat Istri Hamil, Suatu Perubahan Hormonal | Bayangkan seorang suami yang tiba-tiba merasakan mual setiap pagi, nafsu makannya berubah drastis, berat badannya naik tanpa sebab yang jelas, punggungnya terasa nyeri, dan ia terbangun di tengah malam hanya untuk menikmati semangkuk mie ayam, sementara istrinya yang sedang mengandung tidur nyenyak. Kondisi suami ngidam saat istri hamil ini bukan sekadar lelucon atau perilaku berlebihan tanpa dasar ilmiah.
Dalam dunia medis, fenomena suami ngidam saat istri hamil ini dikenal dengan nama resmi Couvade Syndrome, atau yang lebih puitis disebut sympathetic pregnancy (kehamilan simpatik). Istilah ini berasal dari kata Perancis couver yang berarti mengerami atau menetas. Penelitian oleh Brennan dkk. (2007) menemukan angka kejadian yang bervariasi: 20% di Swedia, 25–97% di AS, 61% di Thailand, 68% di China, dan 35% di Rusia.
Lalu, mengapa tubuh pria bisa bersimpati sejauh ini? Perubahan hormonal yang signifikan terjadi pada calon ayah yang mengalami suami ngidam saat istri hamil, terutama di trimester ketiga. Kadar kortisol, estradiol, dan prolaktin meningkat, sementara testosteron menurun. Ahli biologi evolusi Florence Williams mengatakan, "Ada banyak sekali biologi dalam keayahan yang tidak terlihat oleh mata."
Dimensi psikologis suami ngidam saat istri hamil juga sangat penting. Suami yang mengalami Couvade Syndrome terbukti memiliki tingkat kelekatan prenatal yang lebih tinggi terhadap bayi yang belum lahir. Suami ngidam saat istri hamil dan merasakan gejala kehamilan bersama istrinya bukanlah sikap mendramatisir. Ia sedang secara biologis dan emosional terlibat dalam pengalaman kehamilan, dan ini bisa menjadi tanda bahwa ia akan menjadi ayah yang luar biasa.**