Tanah Air Beta

Kesenian Sintren, Ritual Mistis Pesisir Pantura yang Menyimpan Sejarah Perlawanan

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Kesenian Sintren, Ritual Mistis Pesisir Pantura yang Menyimpan Sejarah Perlawanan | Kesenian sintren adalah sebuah seni pertunjukan yang penuh mistik dan telah berakar kuat di sepanjang pesisir utara Jawa Tengah, terutama di daerah Cirebon, Indramayu, Brebes, Tegal, hingga Pekalongan. Pertunjukan ini menawarkan kombinasi yang unik antara seni tari, ritus spiritual kuno, dan elemen teater rakyat. Di pusat perhatian adalah seorang penari wanita muda yang mengenakan kacamata hitam dan busana yang berkilau.

Pertunjukan dimulai dengan prosesi mengikat tubuh penari menggunakan tali tambang dengan erat sebelum ia dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang tertutup kain. Dengan iringan suara buyung tanah liat yang ditepuk dan tabuhan gamelan Jawa yang berirama monoton, penari yang awalnya terbelenggu secara ajaib keluar dari kurungan dalam keadaan bebas. Ia kemudian langsung menari dalam keadaan tidak sadarkan diri, terpengaruh oleh kekuatan magis dari pengiring yang dipimpin oleh seorang dalang atau sintren. Di sinilah kesenian sintren menunjukkan daya tarik mistisnya yang mampu memukau penonton.

Di balik keajaiban ini, kesenian sintren menyimpan kisah sejarah perjuangan masyarakat pesisir dan pelestarian pesan moral tentang kesucian jiwa. Cerita rakyat setempat sering mengaitkan tarian ini dengan legenda cinta yang tak terwujud antara Raden Sulandono dan Sulasih dari zaman Kadipaten Batang. Ritual tarian ini dianggap sebagai bentuk perlawanan yang tersembunyi terhadap penjajahan kolonial.

Saat ini, meskipun menghadapi tantangan modernisasi dan perubahan zaman, pertunjukan Sintren tetap bertahan di desa-desa pesisir Jawa Tengah. Ia menjadi simbol kearifan lokal yang tidak hanya dipentaskan pada acara-acara warga atau festival budaya regional. Komunitas seni lokal pun terus merawatnya sebagai warisan tak benda yang menjaga ingatan kolektif masyarakat pantura. Kesenian sintren tetap hidup dan beradaptasi di tengah perubahan zaman.**