TRANS TV - Tradisi Malean Sampi Lombok Barat, Warisan Budaya yang Sarat Makna | Tradisi Malean Sampi adalah salah satu warisan budaya yang kaya dari masyarakat Sasak di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan pertanian. Istilah Malean Sampi sendiri berarti mengejar sapi. Tradisi ini biasanya berlangsung di daerah Lingsar dan Narmada, di mana sapi-sapi berlari di lintasan berlumpur yang terletak di area persawahan.
Berbeda dengan Karapan Sapi di Madura yang lebih fokus pada kecepatan, tradisi Malean Sampi memiliki makna yang lebih dalam, yaitu sebagai ungkapan rasa syukur para petani atas hasil panen mereka. Perayaan ini juga menjadi momen untuk menyambut musim tanam yang baru, sekaligus mencerminkan hubungan harmonis antara masyarakat setempat dengan alam dan siklus pertanian.
Dengan suasana sawah yang basah, derap kaki sapi yang menggema, dan sorak-sorai warga, tradisi Malean Sampi menjadi sebuah atraksi budaya yang sangat menarik. Bagi masyarakat setempat, acara ini bukan hanya sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ajang pertemuan bagi petani, peternak, dan warga untuk mempererat tali persaudaraan serta melestarikan warisan budaya Sasak.
Seiring dengan berkembangnya sektor pariwisata, tradisi Malean Sampi semakin memperkaya pilihan wisata budaya di Lombok Barat. Wisatawan yang ingin menyaksikan acara ini disarankan untuk mencari informasi mengenai jadwal pelaksanaannya melalui pemerintah desa atau warga setempat, karena acara ini berkaitan erat dengan kegiatan pertanian. Di tengah perubahan zaman, tradisi ini tetap menyimpan pesan yang kuat tentang rasa syukur, kebersamaan, dan penghormatan terhadap kehidupan agraris.**