Samawa

Nikmat yang Sering Dilupakan Manusia, Berbakti pada Orang Tua

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Nikmat yang Sering Dilupakan Manusia, Berbakti pada Orang Tua | Ada dua nikmat yang sering dilupakan manusia, salah satunya adalah momen kebersamaan bersama orang tua, sebuah rezeki terbesar yang kerap baru disadari nilainya ketika kesempatan tersebut telah berlalu. Dalam dinamika kehidupan modern yang serba cepat, kehadiran kesehatan fisik dan kelonggaran waktu untuk sekadar duduk mendampingi, mendengarkan cerita, atau melayani kebutuhan ayah dan ibu adalah kombinasi nikmat yang sangat berharga. 

Sayangnya, banyak orang terjebak dalam kesibukan mengejar urusan duniawi hingga melupakan bahwa usia orang tua terus bertambah dan fisik mereka kian melemah. Rasulullah SAW telah mengingatkan manusia akan tabiat sering alpa terhadap dua karunia besar ini melalui hadis shahih riwayat Imam Bukhari dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma, "Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang."

Memanfaatkan kesehatan dan kelapangan waktu untuk berbakti bukan sekadar wujud kasih sayang keluarga, melainkan pintu emas menuju keridaan Sang Pencipta. Setiap detik yang dihabiskan untuk merawat atau membahagiakan orang tua bernilai ibadah agung yang dapat menjadi jalan kelapangan hidup di dunia dan akhirat. Sebaliknya, mengabaikan mereka saat tubuh masih sehat dan waktu masih terluang merupakan kerugian yang teramat besar. Inilah wujud nyata dari nikmat yang sering dilupakan manusia yang seharusnya disyukuri dengan tindakan nyata, bukan sekadar pengakuan lisan.

Peringatan keras mengenai pentingnya mengaitkan keridaan Ilahi dengan kebahagiaan orang tua disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadis shahih riwayat Imam At-Tirmidzi dari sahabat Abdullah bin 'Amr radhiyallahu 'anhuma, "Rida Allah tergantung pada rida kedua orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka kedua orang tua."

Dengan menyadari betapa singkatnya kesempatan yang dimiliki, sudah sepantasnya setiap anak meluangkan waktu terbaiknya untuk mengukir senyum di wajah orang tua selagi raga masih sehat dan napas masih berhembus. Kesadaran akan nikmat yang sering dilupakan manusia ini pun sejatinya menjadi pengingat agar tidak menunda bakti hingga penyesalan datang terlambat.**