TRANS TV - Bahaya Orang yang Sombong, Penyakit Rohani yang Menghapus Pahala Amal | Kesombongan dalam Islam bukan hanya sekadar masalah kepribadian, tetapi juga merupakan penyakit rohani yang berbahaya, mampu meruntuhkan keikhlasan dan menghapus pahala dari amal kebaikan kita. Salah satu bentuk bahaya orang yang sombong yang paling tersembunyi adalah ria, keinginan untuk mendapatkan pujian dan pengakuan dari orang lain saat kita beribadah. Al-Qur'an dengan tegas memperingatkan kita tentang sikap merasa suci dan pamer ini dalam Surah Al-Ma'un ayat 4-7, yang berbunyi, "Maka celakalah orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat riya, dan enggan (mempertolongkan) barang berguna."
Ancaman kata celaka dalam ayat ini menegaskan bahwa shalat dan ritual yang kita lakukan tidak akan berarti di hadapan Allah jika didasari oleh kesombongan, keangkuhan batin, serta ketidakmauan untuk berbagi kebaikan dengan sesama. Ini adalah gambaran awal tentang bahaya orang yang sombong yang sering kali tidak disadari oleh pelakunya sendiri.
Pada dasarnya, kesombongan adalah penolakan terhadap kebenaran dan sikap merendahkan martabat orang lain. Merasa lebih tinggi dari yang lain menjadi penghalang utama bagi seseorang untuk masuk ke dalam surga, karena ia telah mengambil salah satu sifat yang hanya layak dimiliki oleh Allah SWT. Peringatan tegas mengenai *bahaya orang yang sombong ini disampaikan langsung oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, "Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat sebesar zarrah (biji sawi) dari kesombongan."
Melalui petunjuk syariat ini, Islam menekankan bahwa kerendahan hati (tawadhu) dan keikhlasan yang tulus adalah syarat mutlak agar semua amal ibadah kita diterima dan terhindar dari murka Allah SWT. Dengan demikian, mengenali bahaya orang yang sombong menjadi langkah awal untuk membersihkan hati dari sifat yang dapat menggugurkan pahala amal kita.**