Asal Usil

Terapi Kretek dan Sensasi Bunyi Sendi, Amankah Secara Medis?

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Terapi Kretek dan Sensasi Bunyi Sendi, Amankah Secara Medis? | Popularitas terapi kretek semakin melambung di kalangan masyarakat sebagai solusi cepat untuk mengatasi pegal, kaku, dan nyeri otot. Suara letupan yang terdengar saat tubuh dimanipulasi sering dianggap sebagai tanda bahwa tulang telah kembali ke posisinya. Namun, secara medis, suara ini sebenarnya disebabkan oleh fenomena kavitasi atau perubahan tekanan dalam cairan sendi, bukan pertanda bahwa struktur tulang telah bergeser kembali.

Praktik terapi kretek yang banyak dijumpai di jalanan ternyata tidak selalu sejalan dengan terapi manipulasi tulang belakang (spinal manipulative therapy) yang diakui dalam dunia kedokteran. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memang mencantumkan manipulasi tulang belakang sebagai salah satu opsi tambahan untuk mengatasi nyeri punggung bawah kronis. Namun, WHO memberikan rekomendasi ini dengan catatan, karena tingkat kepastian bukti ilmiahnya masih tergolong sangat rendah.

Dari segi keselamatan, rasa lega setelah menjalani terapi kretek tidak serta merta menjadi bukti bahwa masalah kesehatan telah sepenuhnya teratasi. Sebuah kajian ilmiah dalam jurnal The BMJ menyebutkan bahwa perbaikan fungsi dari manipulasi tulang belakang cenderung berskala kecil dan sebanding dengan terapi medis standar. Risiko efek samping, baik yang ringan maupun sedang, tetap ada, sementara bukti mengenai keamanan jangka panjangnya masih sangat terbatas.

Tindakan terapi kretek perlu dicermati, terutama pada area leher yang melibatkan gerakan cepat. American Heart Association pernah menyoroti adanya hubungan statistik antara manipulasi leher dan risiko diseksi arteri servikal. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk tidak terburu-buru menjadikan metode ini sebagai pengganti pengobatan medis, terutama jika muncul gejala berat seperti mati rasa, kelumpuhan, atau riwayat cedera.**