Tanah Air Beta

Tradisi Mekotek di Bali, Ritual Tolak Bala dan Simbol Gotong Royong

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Tradisi Mekotek di Bali, Ritual Tolak Bala dan Simbol Gotong Royong | Di tengah arus modernisasi Pulau Dewata, Desa Adat Munggu di Mengwi, Badung, tetap setia menjaga warisan leluhur melalui Tradisi Mekotek di Bali yang diadakan setiap enam bulan sekali, tepatnya saat perayaan Kuningan. Tradisi suci ini, yang diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, awalnya muncul sebagai simbol perayaan kemenangan Kerajaan Mengwi atas Kerajaan Blambangan pada abad ke-17.

Ribuan pria dari berbagai usia memadati jalanan desa, masing-masing membawa tongkat kayu utuh yang panjangnya sekitar dua hingga tiga meter dalam Tradisi Mekotek di Bali. Puncak dari atraksi budaya ini terjadi ketika ratusan tongkat disusun membentuk piramida yang menjulang tinggi, di mana pemuda yang berani akan memanjat ke puncaknya sambil mengibarkan bendera, disambut sorak-sorai dan dentuman tongkat kayu yang menghasilkan suara khas "tek-tek-tek".

Tradisi Mekotek di Bali menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung keunikan budaya yang masih terjaga di tengah gempuran modernisasi. Lebih dari sekadar tontonan yang memukau, tradisi  ini menyimpan filosofi mendalam sebagai ritual tolak bala dan permohonan keselamatan serta kesuburan pertanian bagi masyarakat setempat. Sebelum kayu-kayu itu disatukan, warga terlebih dahulu menggelar persembahyangan bersama dan penyucian (pencaruan) di pura desa untuk memohon restu dari Sang Hyang Widhi Wasa.**