TRANS TV - Gatep Lawas Buleleng, Pesona Pohon Raksasa Berusia Ratusan Tahun | Menjelajahi bagian utara Pulau Dewata yang lebih tenang, Buleleng menyimpan keindahan alam yang jauh dari keramaian pariwisata di selatan. Salah satu tempat tersembunyi yang menarik perhatian adalah Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, di mana terdapat objek wisata alam yang dikenal sebagai Gatep Lawas. Nama ini diambil dari pohon gatep (Inocarpus fagifer) raksasa yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun, menjulang dengan akar yang unik dan kokoh di tepi aliran sungai. Air pegunungan yang jernih dan dingin membentuk kolam-kolam alami di sekitarnya, dikelilingi oleh tebing batu yang rindang dan pepohonan tropis. Gatep Lawas Buleleng menjadi pilihan sempurna bagi wisatawan yang ingin merasakan sisi lain Bali yang lebih tenang dan alami.
Dengan suhu rata-rata 20–24 derajat Celsius, suasana sejuk khas dataran tinggi Buleleng menjadikan tempat ini ideal bagi pelancong yang mencari ketenangan dan keaslian lanskap Bali utara. Eksotisme Gatep Lawas semakin terasa berkat kearifan lokal masyarakat adat setempat yang menjaga kawasan ini dengan prinsip Tri Hita Karana, memelihara keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai spiritual. Pohon gatep tua yang melindungi aliran sungai dianggap sebagai warisan leluhur yang harus dilindungi dari kerusakan.
Fasilitas di lokasi ini dikembangkan secara mandiri dan ramah lingkungan oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) desa, menyediakan jalur jalan kaki sederhana, gazebo kayu untuk beristirahat, hingga titik aman untuk berenang di aliran sungai. Keasrian yang terjaga tanpa intervensi bangunan beton yang berlebihan memberikan pengalaman menyatu dengan alam Bali yang sesungguhnya, menyegarkan jiwa sambil meresapi hembusan angin dan gemericik air jernih yang terus mengalir. Gatep Lawas Buleleng bukan hanya sekadar tempat wisata, melainkan sebuah perjalanan spiritual untuk menghargai harmoni alam yang telah dijaga oleh masyarakat setempat selama berabad-abad.**