Samawa

Kewajiban Orang Tua terhadap Anak MemberikanTapi Cinta dan Keteladanan

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Kewajiban Orang Tua terhadap Anak MemberikanTapi Cinta dan Keteladanan | Di tengah kesibukan memburu materi dan prestise sosial, ada sebuah tanggung jawab fitrah yang kian sering terabaikan oleh orang tua modern, yaitu menghadirkan kebahagiaan sejati bagi anak di dalam rumah. Banyak orang tua keliru menganggap bahwa mencukupi fasilitas fisik atau menitipkan anak ke sekolah formal dan pengasuh terbaik sudah cukup untuk menebus ketidakhadiran emosional mereka. Kewajiban orang tua terhadap anak adalah fondasi kebahagiaan keluarga yang abadi dan harus dijaga dengan penuh kesadaran.

Sejatinya kewajiban orang tua terhadap anak adalah memberikan rasa aman, cinta, dan kegembiraan di dalam benteng keluarga, sebuah amanah yang akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT. Anak-anak bukanlah beban yang bisa didelegasikan, melainkan amanah suci yang membutuhkan sentuhan langsung dari ayah dan ibunya. Allah SWT mengingatkan dengan tegas dalam QS At-Tahrim ayat 6, "Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka." Kewajiban orang tua terhadap anak mencakup pemenuhan hak-hak emosional anak, memastikan jiwa mereka tumbuh dengan bahagia dan terdidik lewat keteladanan langsung orang tuanya.

Mengabaikan kewajiban orang tua terhadap anak untuk membahagiakan dan mengasuh mereka secara mandiri tidak hanya mencederai psikologis anak, tetapi juga merupakan bentuk pengkhianatan terhadap tugas kepemimpinan dalam rumah tangga. Anak yang dilemparkan tanggung jawab kebahagiaannya kepada pihak luar akan tumbuh dengan kekosongan jiwa, menjauhkan mereka dari konsep keluarga yang sakinah dan penuh kasih. Rasulullah SAW meletakkan standar moral yang sangat tinggi bagi para orang tua agar tidak lepas tangan dari proses pengasuhan ini.

Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, "Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Seorang pria adalah pemimpin di keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya." Sabda nabi ini menjadi tamparan keras bahwa kewajiban orang tua terhadap anak adalah membahagiakan mereka secara langsung melalui pelukan hangat, waktu luang berkualitas, dan bimbingan agama yang penuh kasih.**