Dokter Traveler

Manfaat Kulit Singkong Bukan Sekadar Menjadi Bahan Pangan

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Manfaat Kulit Singkong Bukan Sekadar Menjadi Bahan Pangan | Kulit singkong selama ini dianggap limbah agroindustri yang tak bernilai. Namun, data ilmiah menunjukkan bahwa kulit singkong mengandung karbohidrat, serat pangan, dan mineral berharga seperti kalsium, magnesium, dan fosfor. Manfaat kulit singkong mulai terungkap seiring dengan meningkatnya perhatian komunitas ilmiah terhadap potensi limbah organik ini sebagai sumber pangan fungsional yang menjanjikan.

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa manfaat kulit singkong sangat potensial karena mengandung senyawa fenolik aktif, asam galat, asam klorogenat, dan asam kafeat, yang berfungsi sebagai antioksidan penangkal radikal bebas. Lebih menarik lagi, fermentasi menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae terbukti secara signifikan meningkatkan kadar protein kulit singkong, dari 2,4% menjadi 14,1%. Proses ini menunjukkan bahwa manfaat kulit singkong dapat dioptimalkan melalui pendekatan bioteknologi sederhana.

Meskipun kaya nutrisi, kulit singkong mengandung senyawa glikosida sianogenik, terutama linamarin, yang dapat melepaskan hidrogen sianida (HCN) beracun saat jaringan rusak. Tanpa pengolahan yang tepat, manfaat kulit singkong akan sia-sia dan justru berbahaya bagi kesehatan. Pakar keamanan pangan dari Royal Society of Chemistry menegaskan bahwa kadar HCN pada kulit singkong mentah bisa mencapai 710,98 mg/kg, jauh di atas batas aman FAO/WHO sebesar 10 mg HCN/kg tepung.

Untuk mendapatkan manfaat kulit singkong secara aman, diperlukan kombinasi metode detoksifikasi, fermentasi 48 jam diikuti pengeringan suhu 60°C selama delapan jam, yang terbukti menurunkan kadar sianida hingga 90%. Melalui protokol pengolahan yang tepat, manfaat kulit singkong dapat bertransformasi dari limbah beracun menjadi sumber pangan bernutrisi tinggi yang mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.**

Photo by Marcio Skull