Dokter Traveler

Manfaat Kerokan Secara Ilmiah, Bukan Penyembuh Penyakit

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Manfaat Kerokan Secara Ilmiah, Bukan Penyembuh Penyakit | Ketika orang Indonesia menyebut "masuk angin", sebenarnya mereka merujuk pada serangkaian gejala yang tidak terlalu spesifik, seperti pegal-pegal, perut kembung, menggigil, dan rasa tidak nyaman. Dalam pandangan medis modern, ini lebih tepat disebut sebagai gejala prodromal, yang merupakan tanda-tanda awal sebelum terjadinya infeksi virus ringan atau kelelahan fisik. Meskipun masuk angin bukanlah diagnosis resmi, keluhan yang menyertainya tetap sangat nyata. Di sinilah kerokan, atau yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Gua Sha, menunjukkan relevansinya dalam konteks budaya yang berbeda. Manfaat kerokan secara ilmiah kini mulai terungkap berkat penelitian modern yang menyelidiki mekanisme fisiologisnya.

Guratan merah keunguan yang muncul setelah kerokan, secara klinis dikenal sebagai petechiae dan ekimosis, yang merupakan hasil dari ekstravasasi darah dari kapiler subkutan akibat tekanan mekanis pada kulit. Salah satu studi paling berpengaruh dilakukan oleh Nielsen et al. (2007), yang dipublikasikan dalam jurnal EXPLORE: The Journal of Science and Healing. Dengan menggunakan metode Laser Doppler Imaging (LDI) pada 11 subjek sehat, para peneliti menemukan bahwa manfaat kerokan secara ilmiah mencakup peningkatan mikrosirkulasi lokal hingga empat kali lipat dari nilai awal, dan peningkatan aliran darah ini bertahan secara signifikan lebih dari 25 menit setelah perlakuan.

Penelitian yang dilakukan oleh Kwong et al. (2009) dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa prosedur Gua Sha dapat meningkatkan ekspresi gen heme oxygenase-1 (HO-1), enzim yang memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, dan imunomodulator yang sangat kuat. Manfaat kerokan secara ilmiah juga dijelaskan melalui aktivasi sistem analgetik endogen, ketika kulit distimulasi, tubuh melepaskan endorfin, serotonin, dan norepinefrin yang berfungsi memblokir sinyal nyeri. Harus diingat bahwa menjadikan kerokan sebagai pertolongan pertama di kala tubuh kurang fit hanyalah bersifat pereda gejala sementara, bukan penyembuh utama dari penyakit mendasar yang sedang mengintai.

Cara melakukan kerokan pun sangat bergantung pada cara pelaksanaannya. Jika tekanan yang diberikan terlalu keras dan menggunakan alat yang tidak bersih, risiko kerusakan epidermis dan infeksi bisa meningkat, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif atau penderita diabetes. Manfaat kerokan secara ilmiah dapat dirasakan jika dilakukan dengan tekanan yang tepat, menggunakan alat yang bersih, dan dengan pemahaman bahwa ini adalah pereda gejala sementara, bukan pengobatan yang menyeluruh.**