Bikin Laper

Dendeng Batokok Bakar dan Talua Barendo, Duet Maut Khas Minang

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Dendeng Batokok Bakar dan Talua Barendo, Duet Maut Khas Minang | Mencari cita rasa autentik masakan Minang di tengah kesibukan Jakarta ternyata bukan hal yang mustahil. Salah satu tempat yang berhasil menarik perhatian adalah Rumah Makan Dendeng Batokok Bakar dan Sop yang terletak di Jalan Biak, Cideng. Biasanya, dendeng batokok disajikan dalam versi goreng kering yang renyah atau versi basah yang legit, tetapi di sini, sang primadona justru melalui proses pembakaran yang sangat presisi.  Teknik ini bertujuan untuk mengunci sari pati daging sekaligus menghadirkan aroma smoky yang menggoda sejak suapan pertama. 

Dendeng Batokok Bakar ini kemudian disiram dengan sambal lado mudo alias sambal hijau yang melimpah. Kombinasi keduanya menciptakan ledakan rasa pedas yang nikmat tanpa menyiksa lidah, justru mengundang kita untuk terus menyuap tanpa henti. Dagingnya terasa empuk dan bersahabat di lidah, sebuah bukti bahwa teknik batokok (dipukul-pukul) bekerja dengan sempurna dalam merobek serat daging agar bumbu marinasi meresap hingga ke bagian terdalam.

Petualangan kuliner di Dendeng Batokok Bakar tidak berhenti di situ. Meja makan semakin meriah dengan kehadiran Talua Barendo, telur dadar khas Minang yang terbuat dari telur bebek demi mencapai tingkat kegurihan yang maksimal. Teknik menggorengnya menggunakan minyak panas dalam jumlah melimpah, menghasilkan tekstur renda yang krispi di bagian pinggir namun tetap lembut di tengah. Hasilnya, sebuah tekstur yang sempurna saat disantap bersama nasi hangat yang telah diaduk rata dengan sambal hijau. 

Sebagai penutup petualangan rasa yang memuaskan, semangkuk Sop Iga Padang dengan kuah kaldu berwarna gelap yang kaya rempah hadir menawarkan kehangatan yang berbeda dari sop biasa. Daging iganya begitu tender hingga mudah terlepas dari tulang, memberikan definisi kesempurnaan hidangan Nusantara yang sulit dicari tandingannya. Dendeng Batokok Bakar dan seluruh sajian pendampingnya benar-benar layak masuk dalam daftar wajib bagi pecinta kuliner.**