Samawa

Bahaya Pesugihan untuk Usaha Bukan Sekadar Rugi Harta

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Bahaya Pesugihan untuk Usaha Bukan Sekadar Rugi Harta | Persaingan bisnis yang semakin ketat sering kali membuat beberapa pelaku usaha tergoda untuk mencari cara instan demi meraih keuntungan besar dalam waktu singkat. Salah satu jalan yang salah dan sering diambil adalah praktik pesugihan, yang melibatkan kekuatan gaib atau jin dalam aktivitas berbisnis. Padahal, menurut pandangan syariat Islam, tindakan ini merupakan pencemaran akidah yang sangat berbahaya karena bisa menjerumuskan pelakunya ke dalam kemusyrikan. 

Allah SWT telah memberikan peringatan yang sangat jelas dalam Al-Qur'an surah An-Nisa ayat 48, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar."

Mengandalkan ritual pesugihan sebagai penglaris dagangan bukan hanya akan menghilangkan keberkahan harta, tetapi juga mempertaruhkan keselamatan iman, yang merupakan aset paling berharga bagi seorang Muslim. Inilah bahaya pesugihan untuk usaha yang pertama dan paling serius, pelakunya berisiko terjerat dosa besar yang hanya bisa diampuni dengan taubat nasuha sebelum ajal menjemput.

Sebenarnya bahaya pesugihan untuk usaha tidak hanya terletak pada masalah akidah saja. Dampaknya bisa meluas hingga ke aspek spiritual, mental, bahkan fisik bagi pelaku dan keluarganya. Rasulullah SAW telah mengingatkan umatnya dengan sabda yang jelas dalam hadis riwayat Ahmad, "Barangsiapa yang menggantungkan jimat, maka ia telah melakukan syirik." 

Dalam dunia perniagaan, jimat ini bisa berupa ritual pesugihan yang diyakini dapat mendatangkan pelanggan atau menggandakan omzet. Alih-alih meraih kemuliaan dan ketenangan hidup, pelaku pesugihan justru terjebak dalam ketergantungan yang merendahkan kepada makhluk yang lemah dan tidak memiliki kekuatan apa pun. Mereka juga akan kehilangan rasa percaya diri, selalu dihantui rasa was-was, dan pada akhirnya kehilangan pertolongan serta perlindungan dari Allah Yang Maha Pemberi Rezeki. 

Para ulama dan tokoh agama pun menegaskan bahwa harta yang diperoleh melalui jalan kemusyrikan hanya akan menjadi bahan bakar api neraka yang menyengsarakan pelakunya di akhirat. Jadi, sadarlah akan bahaya pesugihan untuk usaha sebelum semuanya terlambat. Lebih baik mengalami kerugian di dunia untuk sementara daripada menanggung kerugian abadi di akhirat.**