
TRANS TV - Mengintip Biaya Camping Gaya Urban, Tak Sekadar Tikar dan Tenda | Fenomena pascapandemi menunjukkan bahwa biaya camping kini tidak bisa dianggap sepele, terutama setelah gaya hidup di alam terbuka menjadi simbol status bagi masyarakat urban. Di balik semua romantisme yang terjalin dengan alam, kenyataannya para penggemar camping dan hiking harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan.
Dari tenda canggih, sepatu yang cocok untuk medan, hingga tas kerir dengan desain ergonomis, semua itu memerlukan investasi yang tidak sedikit. Seorang pecinta alam mengungkapkan di sebuah pameran perlengkapan outdoor, "Kalau mau yang safety, perlengkapannya harus yang aman, dan itu memang hobi yang mahal." Ia bahkan mengaku telah menghabiskan sekitar Rp15 juta hanya untuk melengkapi peralatan mendaki gunungnya. Fakta ini jelas menunjukkan bahwa biaya camping telah meningkat pesat dibandingkan dengan era sebelumnya.
Bukan hanya untuk pendaki solo, biaya camping untuk kegiatan keluarga atau pengguna campervan juga bisa melambung lebih tinggi. Banyak penggemar yang rela mengeluarkan belasan juta rupiah demi membawa portable power station dan solar panel ke tengah hutan, hanya agar pasokan listrik tetap terjaga di lokasi yang terpencil.
Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pegiat camping, total anggaran untuk perlengkapan kenyamanan semacam itu bisa mencapai lebih dari Rp20 juta, yang menjadi fakta bahwa camping saat ini bukan lagi sekadar tidur di atas matras plastik, melainkan kombinasi antara kecintaan terhadap alam dan kebutuhan akan teknologi mewah yang menjamin keselamatan dan kenyamanan maksimal.**