
TRANS TV - Benarkah Beras Ketan Menyebabkan Maag? Ada Kandungan Apa di Dalamnya? | Pernyataan bahwa beras ketan menyebabkan maag sudah menjadi kepercayaan yang mengakar di masyarakat, terutama di kalangan penggemar jajanan tradisional seperti lupis, lemper, atau ketan hitam. Tapi dari sudut pandang medis, beras ketan memiliki karakteristik yang cukup berbeda dibandingkan dengan beras biasa. Kandungan amilopektin yang jauh lebih tinggi membuatnya lebih lengket dan sulit dicerna oleh enzim pencernaan.
Bagi mereka yang memiliki lambung sensitif, mengonsumsi ketan bisa meningkatkan produksi asam lambung dan memperlambat proses pengosongan lambung. Pada dasarnya struktur molekul ketan yang padat membuat proses pencernaannya lebih berat, sehingga membuat lambung bekerja lebih keras, yang bisa menyebabkan rasa begah atau nyeri ulu hati pada penderita gastritis.
Meskipun ada anggapan bahwa beras ketan bisa menyebabkan maag, menyimpulkan hal itu tanpa mempertimbangkan kondisi individu dan cara konsumsinya terasa kurang tepat dari perspektif medis. Para ahli gizi internasional menekankan bahwa reaksi tubuh terhadap ketan sangat bergantung pada kondisi klinis masing-masing individu dan cara pengolahannya. Dr. Rui Hai Liu, seorang pakar ilmu pangan dari Cornell University, dalam berbagai literatur nutrisinya sering mengingatkan bahwa struktur molekul makanan yang padat memengaruhi kecepatan pengosongan lambung.
Bagi orang dengan fungsi lambung yang normal, mengonsumsi ketan dalam porsi yang wajar biasanya tidak langsung menimbulkan masalah, terutama jika tidak dicampur dengan santan kental yang berlebihan atau bumbu pedas yang bisa membebani lambung. Tapi, justru seringkali, masalah muncul bukan dari ketan itu sendiri, melainkan dari distensi lambung akibat teksturnya yang padat dan kenyal, terutama jika dimakan saat perut kosong atau tidak dikunyah dengan baik. Oleh karena itu, para ahli kesehatan menekankan pentingnya pola konsumsi yang bijak, hindari makan ketan saat lambung benar-benar kosong, dan pastikan untuk mengunyahnya dengan baik agar enzim amilase di mulut bisa mulai memecah karbohidrat kompleks sebelum makanan masuk ke lambung.**