Dokter Traveler

Memasukkan Sendok Saat Kejang, Tindakan Panik yang Ancam Nyawa

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Memasukkan Sendok Saat Kejang, Tindakan Panik yang Ancam Nyawa | Pemandangan orang tua yang panik dan refleks berusaha menjejalkan sendok atau kain ke dalam mulut anak yang sedang kejang adalah salah satu praktik darurat yang paling umum terjadi di masyarakat. Taoi secara medis, mitos memasukkan sendok saat kejang ini justru masuk dalam kategori keyakinan berbahaya yang sayangnya masih terus diwariskan dari generasi ke generasi. 

Dalam dunia kesehatan masyarakat, anggapan bahwa benda keras dapat mencegah lidah tertelan adalah kekeliruan fatal yang berisiko tinggi. Akibatnya bisa sangat serius, mulai dari patahnya gigi, luka pada gusi dan langit-langit mulut, hingga patah tulang rahang pada si kecil. 

Data dari American Academy of Pediatrics (AAP) menegaskan bahwa lidah manusia secara anatomis tidak mungkin dapat tertelan hingga menutup jalan napas saat seseorang sedang mengalami kejang. Sebaliknya, mitos memasukkan sendok saat kejang yang mendorong orang memasukkan benda asing ke dalam mulut justru memperbesar risiko aspirasi. Dalam kondisi ini, benda asing atau pecahan gigi yang terluka bisa terhirup masuk ke dalam saluran napas dan paru-paru, sebuah kondisi yang sangat mengancam jiwa.

Para paktisi dari sepakat bahwa tindakan paling bijak saat menolong pasien kejang adalah dengan membiarkan mulut anak tetap kosong dan fokus melindungi kepalanya dari benturan dengan lingkungan sekitar. Dr. Orrin Devinsky, seorang pakar neurologi ternama, sering menekankan dalam berbagai literatur kesehatan bahwa, melindungi tanpa mengintervensi fisik secara berlebihan adalah kunci keselamatan pasien kejang. 

Edukasi tentang bahaya mitos sendok saat kejang ini menjadi sangat krusial di tengah masyarakat. Tujuannya agar kepanikan yang wajar terjadi tidak berujung pada tindakan traumatis yang secara medis sama sekali tidak dibenarkan dan justru memperparah kondisi pasien. Mengetahui apa yang tidak boleh dilakukan sama pentingnya dengan mengetahui apa yang harus dilakukan dalam pertolongan pertama pada kejang.