
TRANS TV - Penyebab Bayi Ngeces karena Ngidam Enggak Diturutin? | Di masyarakat kita, masih banyak yang percaya mitos yang mengaitkan kebiasaan bayi ngeces dengan keinginan ngidam ibu yang tidak terpenuhi selama hamil. Konon, jika seorang ibu tidak dituruti keinginannya, sang buah hati akan sering mengiler atau ngeces.
Sebenarnya dari sudut pandang medis, anggapan ini sama sekali tidak berdasar. Fenomena drooling atau produksi air liur berlebih pada bayi sebenarnya adalah proses fisiologis alami yang terjadi seiring dengan pertumbuhan mereka.
Secara biologis, kelenjar ludah bayi mulai aktif memproduksi saliva lebih banyak sebagai persiapan tubuh untuk transisi ke makanan pendamping ASI atau MPASI. Air liur ini memiliki peran penting untuk melumasi rongga mulut dan membantu proses pencernaan awal, terutama karena refleks menelan bayi belum sepenuhnya berkembang seperti pada orang dewasa. Jadi, jelas bahwa penyebab bayi ngeces tidak ada hubungannya dengan selera makan ibu selama masa kehamilan.
Fakta menarik lainnya, fase ngeces ini justru menjadi tanda positif bahwa si kecil sedang giat melatih otot-otot rongga mulut dan lidahnya untuk belajar mengunyah, yang umumnya terjadi antara usia 6 hingga 9 bulan. Jika refleks menelan tidak dilatih dengan baik melalui pemberian tekstur makanan yang tepat, produksi liur memang akan tampak lebih sering menetes keluar karena tidak terarah menuju kerongkongan.
Secara medis, kondisi ini masih tergolong wajar dan normal hingga anak berusia sekitar 2 tahun. Dengan demikian, para ibu tidak perlu merasa bersalah jika dulu tidak sempat menikmati aneka ngidam seperti mangga muda atau martabak di tengah malam, karena penyebab bayi ngeces sebenarnya adalah bagian dari tonggak perkembangan motorik mulut anak yang patut disyukuri.**