TRANS TV - Bayi Mandi Air Dingin Menguatkan Imun, Mitos atau Fakta? | Perdebatan mengenai manfaat bayi mandi air dingin sering kali menjadi topik hangat di kalangan orang tua. Beberapa orang percaya bahwa praktik ini bisa menjadi cara alami untuk memperkuat kekebalan tubuh si kecil dan meningkatkan daya tahan terhadap penyakit. Namun, para dokter anak memperingatkan bahwa pandangan ini adalah mitos berbahaya yang masih banyak diyakini.
Secara medis, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa bayi mandi air dingin dapat meningkatkan sistem imun. Sebaliknya, bayi memiliki rasio luas permukaan tubuh yang lebih besar dibandingkan berat badan mereka, ditambah dengan lapisan lemak subkutan yang sangat tipis. Hal ini membuat mereka sangat rentan terhadap hipotermia atau penurunan suhu tubuh yang drastis.
American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar suhu air mandi untuk bayi sebaiknya berada di antara 37 hingga 38 derajat Celcius. Suhu ini penting untuk menjaga kestabilan suhu inti tubuh si kecil. Para ahli menekankan bahwa alih-alih memperkuat sistem pertahanan tubuh, bayi mandi air dingin justru dapat menyebabkan stres fisik yang berlebihan pada jantung dan sistem pernapasan yang masih berkembang.
Dr. Alok Patel dari Stanford Children's Health, mengingatkan bahwa sistem termoregulasi bayi belum sepenuhnya berfungsi. Paparan suhu ekstrem, seperti air dingin, tidak akan memperkuat imunitas mereka, sebaliknya, itu justru bisa menguras energi yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan dan fungsi imun utama bayi. Efek kaget dari dingin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah secara tiba-tiba, yang pada gilirannya mengganggu distribusi oksigen ke organ-organ vital.
Memperkuat sistem imun bayi tidak ada hubungannya dengan bayi mandi air dingin . Cara yang tepat adalah dengan memastikan mereka mendapatkan nutrisi ASI eksklusif yang berkualitas dan mengikuti jadwal imunisasi yang telah ditentukan oleh dokter. Jangan pernah mempertaruhkan keselamatan buah hati hanya karena mitos yang beredar tanpa bukti ilmiah.**