Samawa

Bekerja sebagai Ibadah, Mengubah Lelah Menjadi Pahala

Samawa
CLOSE
SHARE

TRANS TV - Bekerja sebagai Ibadah, Mengubah Lelah Menjadi Pahala | Seringkali, kita memiliki pandangan yang sempit tentang ibadah. Kita cenderung berpikir bahwa ibadah itu hanya sebatas salat, puasa, atau membaca Al-Qur'an. Namun, jika kita melihat lebih dalam, kerja keras untuk mencari nafkah juga bisa dianggap sebagai ibadah. Allah SWT telah mengingatkan kita dalam Al-Qur'an, "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku" (QS. Az-Zariyat: 56). 

Dari sini, kita bisa memahami bahwa ibadah itu memiliki cakupan yang sangat luas. Ketika seseorang berangkat kerja di pagi buta dengan niat untuk menafkahi keluarga, menjaga diri dari meminta-minta, dan mencari rezeki yang halal, itu juga merupakan ibadah. Konsep bekerja sebagai ibadah ini mengubah cara kita memandang lelah dan peluh. Apa yang dulunya dianggap sekadar urusan dunia, bisa berubah menjadi tabungan untuk akhirat. Selama niatnya tulus dan cara yang ditempuh sesuai dengan aturan Allah, setiap tetes keringat kita akan bernilai pahala.

Namun, tentu ada syaratnya. Agar bekerja sebagai ibadah benar-benar terwujud, apa yang kita cari harus halal dan baik. Allah berfirman, "Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi" (QS. Al-Baqarah: 168). Ini berarti bahwa kejujuran dan integritas dalam bekerja adalah fondasi yang tidak bisa ditawar. Jika rezeki diperoleh dengan cara curang, menipu, atau merugikan orang lain, maka nilai ibadahnya akan runtuh. 

Bahkan, makanan yang kita konsumsi bisa menjadi penghalang bagi doa kita. Rasulullah SAW juga memberikan semangat dengan sabdanya, "Tidak ada seseorang yang memakan makanan yang lebih baik daripada memakan hasil kerjanya sendiri" (HR. Bukhari). Ini adalah motivasi yang luar biasa. Dengan niat yang benar, cara yang halal, dan hasil yang baik, bekerja sebagai ibadah bukan sekadar slogan. Ini adalah jalan untuk meraih dua keuntungan sekaligus: cukup di dunia, dan selamat di akhirat.**