
TRANS TV - Salah Paham Praktik Poligami Justru Menghancurkan Keluarga | Pembicaraan mengenai poligami sering kali menyentuh area yang sangat sensitif dalam sebuah rumah tangga, dan sayangnya, banyak diwarnai oleh salah paham praktik poligami yang cukup mendalam. Salah satu kesalahpahaman yang umum adalah menganggap bahwa ayat yang membahas pernikahan dengan dua, tiga, atau empat perempuan dalam QS. An-Nisa ayat 3 adalah lampu hijau tanpa syarat.
Padahal di ayat yang sama, Allah dengan tegas memberikan peringatan, "...Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja." Keadilan yang dimaksud di sini bukan hanya soal pembagian malam atau nafkah yang sama persis, tetapi juga keadilan dalam perasaan, perlakuan, dan tanggung jawab batin. Ini sering kali terabaikan. Akibatnya, salah paham praktik poligami ini bisa berujung pada rumah tangga yang dibangun di atas air mata istri pertama, yang justru bertentangan dengan tujuan pernikahan untuk mencapai ketenangan.
Salah paham praktik poligami juga menyentuh isu sunnah. Banyak yang percaya bahwa poligami adalah sunnah yang harus dikejar pahalanya, tanpa pernah bertanya: sunnah dalam konteks apa? Rasulullah SAW sendiri tidak pernah mendorong sahabatnya untuk berpoligami dengan alasan pribadi. Dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, beliau bahkan melarang Ali bin Abi Thalib untuk menikah lagi selama masih bersama Fatimah, karena tidak ingin hati putrinya terluka.
Pesan Rasulullah ini sangat jelas, jika seorang wanita yang kau cintai saja bisa terluka, bagaimana dengan yang lainnya? Poligami yang sesuai syariat tidak boleh muncul dari ambisi pribadi yang dibalut dengan alasan agama. Ia hanya boleh menjadi pilihan jika mampu memenuhi syarat utama, keadilan yang sejati. Mengabaikan hal ini sama saja dengan menabung dosa yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak, di hadapan Dzat yang selalu memperhatikan rasa sakit hamba-Nya.**