Samawa

Menghilangkan Rasa Bersalah dengan Jalan Pintas Bukanlah Jawaban

Samawa
CLOSE
SHARE

TRANS TV - Menghilangkan Rasa Bersalah dengan Jalan Pintas Bukanlah Jawaban | Kadang-kadang, beban kesalahan dari masa lalu terasa begitu berat, seperti batu yang mengikat kaki kita hingga kita merasa tak layak untuk bernapas lega. Pikiran terus-menerus menggerogoti, membuat kita percaya bahwa dosa-dosa kita terlalu besar, dan pintu ampunan sudah tertutup.

Akan tetapi justru di saat-saat seperti itu, setan bersorak gembira. Karena meyakini bahwa Allah tidak akan mengampuni kita adalah jebakan yang paling licik. Allah sendiri dengan tegas mengingatkan dalam Al-Qur'an, "Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya." (QS. Az-Zumar: 53). 

Jadi, langkah pertama untuk menghilangkan rasa bersalah yang menggunung adalah dengan berhenti meragukan betapa luasnya kasih sayang-Nya. Putus asa bukanlah tanda kerendahan hati, melainkan bentuk ketidakyakinan yang bisa mendatangkan murka.

Oleh karena itu, menghilangkan rasa bersalah dengan berpikir untuk mengakhiri segalanya sama sekali bukanlah jalan keluar. Itu justru merupakan pengkhianatan terhadap amanah terbesar yang Allah titipkan: nyawa kita sendiri. Rasulullah SAW mengingatkan, siapa yang mengakhiri hidupnya dengan cara tertentu, ia akan diazab dengan cara yang sama di akhirat. 

Islam menawarkan solusi yang penuh cahaya, taubat nasuha. Menghilangkan rasa bersalahbukan dengan melarikan diri dari hidup, tetapi dengan berani menghadap-Nya, mengakui segala kelalaian, dan berkomitmen untuk tidak mengulanginya. Setiap kali rasa bersalah itu datang, ingatlah bahwa selama jantung kita masih berdetak, itu adalah undangan langsung dari Allah untuk kembali.