
TRANS TV - Masjid Tertua di Beijing, Bukti Islam di Tiongkok Sejak Abad ke-10 | Di tengah kesibukan Beijing yang serba cepat, ada satu tempat yang masih bergetar mengikuti irama seribu tahun yang lalu. Masjid tertua di Beijing ini, yang dikenal sebagai Niujie, telah berdiri sejak tahun 996 Masehi di distrik Xuanwu. Dari luar, banyak orang yang mungkin akan tertipu. Atapnya melengkung dengan gaya khas Tiongkok, dihiasi ukiran naga dan warna merah yang mencolok, seolah-olah kita sedang melihat kelenteng, bukan masjid.
Tetapi begitu melangkah masuk, kaligrafi Arab dan ornamen geometris di pilar-pilar kayu segera mengingatkan kita, ini adalah rumah Allah. Didirikan oleh Nasaruddin, putra seorang syekh Arab, masjid tertua di Beijing ini menjadi bukti bahwa Islam dan Tiongkok telah saling berhubungan jauh sebelum konsep globalisasi muncul.
Saat ini masjid tertua di Beijing ini masih berfungsi dengan baik. Ia menjadi pusat spiritual bagi sekitar 250.000 muslim Hui, sebuah komunitas yang telah lama menjadi bagian dari jalinan sosial Tiongkok. Di dalam kompleks seluas 10.000 meter persegi ini, terdapat makam dua ulama dari Persia dan Arab yang datang melalui Jalur Sutra pada abad ke-13. Mereka tidak hanya membawa barang dagangan, tetapi juga pengetahuan dan iman.
Keindahan Masjid Niujie terletak pada perpaduan yang unik, atap bergaya istana Tiongkok, sementara mihrabnya tetap setia menghadap Mekah. Keberadaan masjid ini memberi bukti bahwa Islam di Tiongkok bukanlah cerita baru. Ia sudah ada, dan akan terus ada, menjadi saksi bisu peradaban yang saling merangkul tanpa kehilangan identitas.**