
TRANS TV - Menelusuri Pesona Kota Beijing, Jantung Modernitas Cina | Menelusuri kota Beijing itu seperti membuka dua buku sejarah sekaligus. Satu buku menceritakan tentang kekaisaran, dengan Tembok Besar yang masih berdiri kokoh melingkari perbukitan dan Kota Terlarang yang menyimpan seribu kisah di balik pintu gerbangnya yang megah. Tapi buku yang satunya lagi menggambarkan sesuatu yang berbeda, kota yang melesat ke masa depan.
Lihatlah langitnya, dihiasi gedung-gedung pencakar langit yang futuristik, sementara di bawah tanah, kereta cepat yang supermodern menghubungkan setiap sudut dengan efisiensi yang menakjubkan. Di sinilah pesona sejati kota Beijing muncul. Di sudut-sudut seperti labirin hutong, kehidupan mengalir dengan tenang. Aroma jianbing dari gerobak kaki lima berpadu dengan suara percakapan hangat antar tetangga, sementara di ujung lorong, siluet gedung pencakar langit berdiri sebagai pengingat bahwa waktu tidak sepenuhnya berhenti di sini.
Jiwa kota Beijing bukan hanya tentang yang kuno dan yang baru. Ini juga tentang bagaimana kota ini bernapas di tengah kepadatan. Di tengah hiruk-pikuk lebih dari 21 juta penduduk, ruang hijau seperti Temple of Heaven berfungsi sebagai paru-paru sekaligus pusat kebudayaan. Setiap pagi, lapangannya dipenuhi dengan gerakan lambat tai chi dan sapuan kuas kaligrafi air di atas paving, sebuah pertunjukan rutin yang lebih memukau daripada banyak atraksi turis.
Dan berbicara soal rasa, mencicipi Bebek Peking asli di restoran legendaris bukan sekadar makan, melainkan sebuah ritual. Kulitnya yang renyah dan dagingnya yang lembut adalah warisan rasa yang telah bertahan berabad-abad, meskipun kini kita juga bisa menikmati inovasinya di kawasan modern seperti Sanlitun. Dengan kebijakan yang semakin memudahkan turis mancanegara untuk berkunjung, kota Beijing seolah berkata, ia siap menyambut siapa pun untuk menyaksikan bagaimana sebuah peradaban kuno dengan percaya diri menari di atas panggung dunia modern.**