
TRANS TV - Menapaki Sejarah Tembok Besar Cina yang Mengagumkan | Menelusuri sejarah Tembok Besar Cina itu seperti menyelami sebuah novel epik yang ditulis bukan di atas kertas, melainkan di punggung bukit-bukit batu. Bangunan yang sering kita lihat dalam foto-foto itu sebenarnya bukanlah satu dinding panjang yang dibangun sekaligus. Ia adalah rangkaian tembok, benteng, dan menara pengawas yang dibangun oleh berbagai dinasti selama berabad-abad, dimulai dari abad ke-7 SM.
Panjang totalnya yang mencapai lebih dari 21 ribu kilometer adalah bukti ambisi manusia yang hampir tak terbayangkan. Saat kita menyentuh batu-batunya yang kasar di bagian Badaling, seolah kita bisa merasakan denyut nadi sejarah, setiap potongannya dibangun dengan keringat, darah, dan harapan dari jutaan orang biasa yang namanya tak tercatat, demi melindungi sebuah peradaban.
Tapi sejarah Tembok Besar Cina kini memasuki babak baru, yakni perjuangan untuk bertahan hidup. Di balik kemegahannya yang menarik jutaan wisatawan setiap tahun, tembok ini perlahan-lahan terkikis. Sekitar sepertiga dari struktur asli era Dinasti Ming telah rusak atau hilang, dimakan waktu, erosi, dan tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Pemerintah Tiongkok pun berusaha keras memperlambat kerusakan ini dengan berbagai peraturan ketat.
Berdiri di puncaknya saat matahari terbit, kita merasakan campuran perasaan, kagum pada pencapaian manusia masa lalu, sekaligus sedih menyadari bahwa monumen yang begitu megah ini ternyata sangat rapuh. Ia bukan lagi sekadar benteng pertahanan, melainkan sebuah titipan sejarah yang berbisik, meminta kita untuk menjaganya agar ceritanya tidak berhenti di sini.**