
TRANS TV - Cara Memaafkan Masa Lalu agar Hidup Lebih Tenang dan Tak Jalan di Tempat | Belajar cara memaafkan masa lalu seringkali dimulai dengan menghentikan kebiasaan menyalahkan diri sendiri atas apa yang telah terjadi. Masa lalu itu seperti guru yang tegas, ia memberikan pelajaran, kadang dengan cara yang menyakitkan, tetapi tujuannya adalah agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Dalam Islam, kita diajak untuk melihat waktu yang telah berlalu bukan sebagai beban, melainkan sebagai bahan untuk merenung. Allah mengingatkan kita dalam Al-Qur’an Surah Al-Hasyr ayat 18, "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)..."
Ini bukan ajakan untuk terjebak dalam penyesalan, tetapi seruan untuk melakukan muhasabah, sebuah evaluasi jujur terhadap diri sendiri. Dengan cara ini, kita bisa memilah, mana pengalaman yang menjadi pelajaran, dan mana yang sebaiknya kita tinggalkan.
Cara memaafkan masa laluyang sejati adalah dengan mengubah cara kita berhubungan dengannya. Bukan dengan berpura-pura melupakan, tetapi dengan mengambil hikmah dari pengalaman tersebut dan melangkah maju. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak seharusnya jatuh ke lubang yang sama dua kali. Artinya, taubat dan perbaikan (ishlah) adalah kuncinya.
Ketika kita benar-benar bertaubat, kesalahan itu bisa menjadi dorongan untuk berbuat lebih baik. Takwa menjadi filter kita, ia memastikan bahwa rencana kita untuk hari esok tidak hanya berfokus pada kesuksesan dunia, tetapi juga pada ridha Allah. Pada akhirnya, cara memaafkan masa lalu yang paling elegan adalah dengan menjadikannya sebagai fondasi untuk membangun masa depan yang lebih bermakna.**
Photo by Shafira Amadea on Unsplash