
TRANS TV - Air Mata yang Dicintai Allah, Pengakuan Atas Segala Dosa dan Kesalahan | Dalam dunia spiritual Islam, air mata bukan hanya sekadar luapan emosi, tetapi juga merupakan alat suci yang bisa memadamkan api neraka. Rasulullah SAW dengan jelas menyebutkan bahwa ada dua jenis mata yang akan terhindar dari api neraka, mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang terjaga dalam ketaatan kepada-Nya (HR. Tirmidzi).
Air mata yang dicintai Allah ini muncul dari kedalaman hati, sebagai pengakuan atas segala kesalahan dan bentuk penyerahan total seorang hamba kepada Sang Pencipta. Di tengah kesibukan dunia yang sering kali membuat hati menjadi keras, tetesan air mata saat bersujud di malam yang tenang menjadi tanda kejujuran iman yang mampu meleburkan ego manusia.
Lebih dari itu, Allah SWT memuji hamba-hamba-Nya yang bersujud sambil menangis, seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an, "Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk" (QS. Al-Isra: 109). Air mata ini adalah cerminan dari kelembutan hati yang menjadi syarat turunnya rahmat Ilahi.
Tak heran jika para nabi dan orang-orang saleh di masa lalu menjadikan tangisan dalam doa sebagai jalan menuju ampunan. Menangis karena Allah bukanlah tanda kelemahan, melainkan simbol kekuatan spiritual yang mampu menghubungkan kembali jiwa yang sempat terputus oleh debu maksiat. Tetesan itu bagaikan embun pagi yang menyegarkan jiwa, membuktikan bahwa hamba tersebut masih memiliki hati yang hidup di hadapan Rabbnya.**