Samawa

Merawat Kecantikan Boleh Saja, Tapi Jangan Berlebihan, ya!

Samawa
CLOSE
SHARE

TRANS TV - Merawat Kecantikan Boleh Saja, Tapi Jangan Berlebihan, ya! | Islam mengakui keinginan alami kita untuk tampil menarik, namun juga menetapkan pedoman yang jelas untuk memastikan bahwa praktik merawat kecantikan tidak berubah menjadi obsesi. Landasan pendekatan ini terdapat dalam sabda Nabi Muhammad SAW, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan” (HR. Muslim). Hadits ini mengingatkan bahwa menjaga kebersihan, kerapian, dan penampilan adalah bagian dari ibadah dan cara untuk mengekspresikan rasa syukur atas nikmat Allah. 

Oleh karena itu, perawatan kecantikan dalam Islam harus didasarkan pada niat tulus untuk menghormati diri sendiri dan orang lain, bukan karena kesombongan atau pamer. Prinsip moderasi menjadi pedoman, mendorong umat Islam untuk tampil baik tanpa melampaui batas ke berlebihan.

Esensi merawat krcantikan ataupun keindahan dalam Islam terletak pada menyelaraskan usaha luar kita dengan penerimaan dan syukur yang mendalam atas ciptaan Allah. Seperti yang disebutkan dalam QS. At-Tin ayat 4, “Sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna.” Ayat ini menekankan bahwa setiap individu telah diberi kesempurnaan fisik sesuai dengan rancangan-Nya. 

Oleh karena itu, merawat kecantikan yang sehat melibatkan menjaga keaslian dan kesehatan ciptaan Allah, bukan melakukan perubahan ekstrem hanya untuk memenuhi standar duniawi yang sementara. Dengan fokus pada kesehatan, kebersihan, dan rasa syukur, seorang Muslim dapat mencapai kecantikan luar yang sejati dan kedamaian batin, karena telah menjalankan perintah-Nya dengan penuh keridaan.