
TRANS TV - Menjaga Adab Pergaulan Remaja Muslim yang Masuk Usia Pubertas | Memasuki usia pubertas bagi seorang remaja Muslim bukan hanya tentang perubahan fisik atau gejolak hormon, tetapi juga tentang dimulainya tanggung jawab spiritual sebagai hamba yang telah mukallaf. Di fase penuh rasa ingin tahu ini, Al-Qur'an memberikan panduan penting dalam surah An-Nur ayat 30, "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka."
Ayat ini mengajarkan bahwa fondasi adab pergaulan remaja Muslim dimulai dari kemampuan mengendalikan pandangan. Di era digital yang serba terbuka, menjaga mata adalah benteng pertama agar hati tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang belum pantas. Dengan menahan pandangan, seorang remaja belajar menjaga kehormatan diri dan kesucian jiwa yang sedang bertumbuh.
Islam tidak memandang masa puber sebagai beban, melainkan sebagai amanah untuk mulai membangun disiplin ibadah dan etika pergaulan yang beradab. Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim mengingatkan, "Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya."
Bagi remaja, kepemimpinan pertama yang harus ditegakkan adalah atas dirinya sendiri, termasuk dalam menjaga batasan pergaulan dengan lawan jenis. Memahami adab pergaulan remaja Muslim berarti menyadari bahwa setiap tindakan kini memiliki konsekuensi ukhrawi. Dengan menjadikan rasa malu sebagai hiasan dan ketakwaan sebagai kompas, masa puber akan menjadi fase emas untuk membentuk karakter tangguh.**