TRANS TV - Membuat Shuttlecock hingga Tembus Pasar Mancanegara | Di tengah semangat luar biasa masyarakat Indonesia terhadap olahraga bulu tangkis, permintaan akan shuttlecock atau kok terus meroket. Kenaikan ini tidak hanya datang dari pasar domestik, tetapi juga dari berbagai negara di luar sana yang mengakui kualitas produk lokal kita. Situasi ini membuka peluang besar bagi industri rumahan dan pengrajin shuttlecock untuk terus berproduksi dan memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang. Membuat shuttlecock kini menjadi bisnis yang menjanjikan dengan prospek ekspor yang cerah.
Tahukah bahwa membuat shuttlecock berkualitas tinggi bukan sekadar mencampurkan bulu dan gabus sembarangan? Proses produksinya memerlukan ketelitian dan pemahaman mendalam tentang jenis bulu angsa atau bebek yang digunakan. Secara umum, para pengrajin mengelompokkan bulu menjadi tiga kategori utama: bulu B1 (bulu tebal) untuk kualitas terbaik, bulu B2 (bulu super) untuk kualitas menengah, dan bulu B3 (bulu kecil) untuk kok standar atau latihan. Sumber bahan baku ini bervariasi, bisa didapatkan dari importir atau dari para pencari bulu lokal.
Saat memasuki tahap produksi, para perajin mulai membuat shuttlecock dengan langkah persiapan, yaitu memilih dan memotong helaian bulu sesuai ukuran yang dibutuhkan. Setelah dibersihkan dan dihaluskan, 16 helai bulu disusun dengan sangat teliti ke dalam rangka gabus. Membuat shuttlecock juga memerlukan ketelitian dalam mengatur sudut dan tinggi setiap helai bulu agar kok bisa terbang stabil dan sesuai dengan regulasi yang ada. Setelah bulu terpasang dengan rapi, lapisan perekat khusus dioleskan untuk memastikan bulu tetap pada posisinya.
Tahap terakhir dalam membuat shuttlecock adalah proses pengeringan dan pengecekan kualitas, yang sangat berpengaruh pada harga jual di pasaran. Para pengrajin yang berpengalaman tahu betul bahwa setiap helai bulu dan setiap langkah yang diambil adalah investasi untuk menciptakan produk yang memuaskan baik bagi pemain bulu tangkis profesional maupun amatir. Dengan kualitas yang terjamin, shuttlecock buatan Indonesia mampu bersaing dan memenuhi permintaan di pasar global, sehingga UMKM lokal semakin memiliki daya saing yang kuat.**