TRANS TV - Mencegah Demam Berdarah, Langkah Efektif Lindungi Keluarga | Setiap kali langit mendung dan genangan air mulai muncul di sudut-sudut kota, ada satu ancaman yang diam-diam bergerak lebih cepat dari yang kita sadari, demam berdarah dengue. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga 30 Oktober 2025, Indonesia mencatat 131.393 kasus DBD dengan 544 kematian, menyumbang 7,3 persen dari total kasus dengue global dan menempatkan Indonesia di peringkat kedua se-ASEAN. Mencegah demam berdarah menjadi tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesadaran dan tindakan nyata dari setiap lapisan masyarakat.
Yang membuat situasi ini semakin mengkhawatirkan, European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) mencatat lebih dari 5 juta kasus dengue di seluruh dunia sepanjang 2025, tersebar di 106 negara dengan lebih dari 3.000 kematian, angka yang jauh melampaui pola tahun-tahun sebelumnya. Dr Catharina Boehme, Officer-in-Charge WHO Asia Tenggara, menjelaskan akar masalah di balik lonjakan yang tak kunjung mereda ini. "Dengue adalah tantangan kesehatan masyarakat utama, dengan kasus yang melonjak pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya selama empat dekade terakhir di kawasan ini. Lonjakan tajam dengue dan penyakit arboviral lainnya diperparah oleh perubahan iklim, cuaca ekstrem yang lebih sering, urbanisasi yang cepat dan tidak terencana, pertumbuhan populasi, perjalanan dan perdagangan global, pengelolaan air dan sanitasi yang buruk, pengendalian vektor yang tidak memadai, serta pergeseran strain virus dengue yang beredar," ujarnya dalam pertemuan Regional Technical Advisory Group on Dengue pada September 2025.
Penjelasan Boehme soal perubahan iklim bukan sekadar teori, riset terbaru justru berhasil mengukurnya secara langsung. Studi yang dilakukan ilmuwan University of Washington pada September 2025 menemukan bahwa dari 21 negara di Asia dan Amerika dengan paparan dengue tertinggi, sekitar 18 persen kasus dengue antara 1995 hingga 2014 tidak akan pernah terjadi tanpa adanya perubahan iklim akibat ulah manusia, bukti ilmiah langsung pertama yang menghubungkan pemanasan global dengan meluasnya jejak dengue di dunia. Suhu yang lebih panas mempercepat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, sekaligus mempercepat replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk itu sendiri. Mencegah demam berdarah di tingkat rumah tangga menjadi langkah paling efektif untuk memutus rantai penyebaran virus.
Di tengah kenyataan ini, langkah yang bisa dilakukan setiap rumah tangga sebenarnya tetap sederhana dan tidak berubah dari dulu, menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, mengubur barang bekas yang berpotensi menampung genangan, serta rutin membersihkan selokan dan talang air. Mencegah demam berdarah dimulai dari kesadaran kecil di lingkungan terdekat kita, tanpa harus menunggu petugas kesehatan datang. Dengan tindakan sederhana namun konsisten, kita semua dapat berkontribusi dalam menekan angka kasus DBD dan melindungi keluarga dari ancaman penyakit yang terus mengintai di musim hujan.**