Favorite TV Program

BASA-BASI: Pentingkah Merayakan Ulang Tahun? Apa Manfaatnya?

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Pentingkah Merayakan Ulang Tahun? Apa Manfaatnya? | Pertanyaan "pentingkah merayakan ulang tahun?" mungkin terdengar sederhana, tapi jawabannya ternyata sudah lama dipelajari secara serius oleh psikolog keluarga. Riset yang paling sering dirujuk soal ini adalah tinjauan 50 tahun oleh psikolog Barbara H. Fiese dari Syracuse University bersama timnya, yang dimuat dalam Journal of Family Psychology terbitan American Psychological Association (APA) pada Desember 2002. Tinjauan ini menelaah puluhan penelitian tentang ritual keluarga, termasuk perayaan ulang tahun, dan menemukan kaitannya dengan kepuasan pernikahan, rasa percaya diri remaja, kesehatan anak, hingga relasi keluarga yang lebih erat.

Yang menarik, Fiese membedakan tegas antara rutinitas biasa dan ritual bermakna. "Rutinitas melibatkan komunikasi instrumental yang menyampaikan pesan 'ini yang harus dikerjakan', sementara ritual melibatkan komunikasi simbolis yang menyampaikan 'inilah siapa kita' sebagai sebuah kelompok, dan memberikan kesinambungan makna lintas generasi," kata Fiese, sebagaimana dikutip dalam rilis resmi APA. Penelitian lanjutan Fiese yang terbit dalam Journal of Family Theory & Review (2026) bahkan menegaskan bahwa ritual yang mengakui pencapaian individu, seperti ulang tahun, kelulusan, atau hari-hari spesial keluarga lainnya, memberi kesempatan seseorang untuk merasa diakui dan dihargai secara utuh oleh keluarganya, bukan sekadar dilihat sebagai bagian dari kerumunan.

Lantas, mengapa hal sekecil tiup lilin bisa berdampak sebesar itu secara psikologis? Jawabannya ada pada sifat simbolis dari ritual itu sendiri. Fiese menjelaskan bahwa identitas keluarga yang tersampaikan lewat ritual berfungsi layaknya cermin, setiap anggota keluarga bisa melihat dirinya terefleksikan di sana, baik lewat kesamaan maupun perbedaan yang justru memperkaya rasa memiliki. Cultural anthropologist Andrew Buckser menambahkan perspektif yang tak kalah penting, ritual pada dasarnya adalah cara kita menceritakan kisah kita sendiri, dan setiap perayaan yang berulang setiap tahun sesungguhnya adalah naskah yang terus ditulis ulang bersama orang-orang terdekat.

Fenomena ini pun terbukti lintas budaya dan lintas strata sosial, mulai dari tradisi quinceañera yang menandai usia 15 tahun perempuan Latin di Amerika, hingga tradisi syukuran dan bancakan yang lekat dengan semangat gotong royong di berbagai daerah Indonesia. Bentuknya boleh berbeda-beda, pesta besar, makan malam sederhana bersama keluarga inti, atau sekadar doa syukur, namun fungsinya tetap sama: menegaskan bahwa dalam garis waktu yang terus berjalan, kehadiran seseorang tetap punya arti bagi orang-orang di sekitarnya. Jadi, jika pertanyaannya adalah pentingkah merayakan ulang tahun, jawaban dari riset psikologi keluarga ini cukup jelas, bukan soal seberapa mewah pestanya, melainkan seberapa jujur perayaan itu menyampaikan pesan bahwa seseorang benar-benar dilihat dan dihargai.**

Photo by Dwi Setyo