
TRANS TV - Budidaya Mutiara Bernilai Ekonomis Tinggi | Budidaya mutiara di Indonesia telah menjadi salah satu bintang di sektor kelautan yang mendunia. Sebagai penghasil South Sea Pearl (SSP) terbesar, Indonesia menyuplai 43 persen kebutuhan mutiara laut selatan di seluruh dunia, bersaing ketat dengan Australia, Filipina, dan Myanmar.
Mutiara ini berasal dari kerang Pinctada maxima, moluska laut dalam yang dibudidayakan di berbagai daerah seperti Nusa Tenggara Barat, Maluku, Papua Barat, dan Sulawesi. Tingginya nilai ekonomi dari budidaya mutiara tidak lepas dari proses panjang yang harus dilalui hingga masa panen, serta permintaan pasar global yang terus meningkat.
Pengembangan budidaya mutiara kini semakin pesat dengan kebijakan yang lebih terintegrasi. Ke depan, budidaya mutiara diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi pesisir yang stabil dan berdaya saing global, dengan sistem pemasaran terintegrasi yang memudahkan akses pasar bagi para pembudidaya.**
Thumbnail Photo by Dagmara Dombrovska on Unsplash