Favorite TV Program

Dr OZ: Sakit Usus Buntu Terjadi Karena Makan Pedas, Benarkah?

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Sakit Usus Buntu Terjadi Karena Makan Pedas, Benarkah? | Mitos bahwa makan pedas bisa menyebabkan radang usus buntu (apendisitis) masih sangat kuat di kalangan masyarakat. Namun, jika kita melihat tinjauan literatur medis, cabai atau makanan berbumbu pedas tidak termasuk dalam daftar penyebab apendisitis, dan tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa makan pedas dapat memicu peradangan pada organ ini. 

Apendisitis biasanya dimulai dari tersumbatnya lumen usus buntu, yang paling sering disebabkan oleh pembengkakan jaringan limfoid atau oleh fekalit (tinja yang mengeras), dan lebih jarang disebabkan oleh tumor, benda asing, atau cacing. Penyebabnya bisa bervariasi tergantung usia: pembengkakan jaringan limfoid lebih umum terjadi pada anak-anak, sementara tumor kadang-kadang ditemukan pada orang dewasa. Mitos ini mungkin terus berlanjut karena cabai memang bisa menyebabkan perut terasa perih, mulas, atau diare, sehingga keluhan tersebut mudah disalahartikan sebagai sakit usus buntu.

Lalu, bagaimana dengan biji cabai atau biji buah? Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine pada tahun 2011 menemukan biji buah dalam satu kasus (0,05 persen) dan sisa tumbuhan yang tidak tercerna dalam tujuh kasus (0,35 persen) dari sekitar 2.000 kasus apendisitis yang dioperasi. Studi lain melaporkan bahwa biji ditemukan pada sekitar 0,5 persen sampel hasil operasi, tetapi biji tersebut sering kali hanya kebetulan ada di apendiks, bukan sebagai penyebab radang. Secara keseluruhan, benda asing, termasuk biji, menyumbang kurang dari 1 persen penyebab apendisitis, dan sebagian besar benda asing yang tertelan dapat melewati saluran cerna dengan aman.

Meskipun begitu, gejala apendisitis kadang sulit dibedakan dari sakit perut biasa. Nyeri khasnya biasanya terasa di perut kanan bawah dan sering kali dimulai di sekitar pusar. Namun, pada tahap awal, gejalanya bisa sangat bervariasi dan tidak spesifik antar pasien, sehingga apendisitis sering disebut sebagai "peniru ulung". Oleh karena itu, jika mengalami nyeri perut yang hebat dan terus-menerus, terutama jika disertai demam, mual, atau muntah, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter dan jangan hanya mengira-ngira penyebabnya dari makanan yang baru saja dimakan.

Mengurangi tingkat kepedasan bisa membantu bagi mereka yang memiliki lambung sensitif, tetapi menyalahkan sambal sebagai penyebab usus buntu tidak didukung oleh bukti medis. Alih-alih menghindari makan pedas secara berlebihan tanpa alasan yang jelas, masyarakat sebaiknya lebih peka terhadap tanda-tanda nyeri perut yang mencurigakan dan segera mencari bantuan medis. Dengan pemahaman yang tepat, mitos lama tentang cabai dan apendisitis bisa perlahan-lahan ditinggalkan.**

Thumbnail Photo by emy on Unsplash