TRANS TV - Cara Mengatasi Jerawat, Kapan Waktunya Periksa ke Dokter? | Hampir semua orang pernah punya jerawat. Di seluruh dunia, sekitar 9 dari 100 orang mengalaminya, dan jumlahnya paling banyak di usia remaja. Jerawat tidak muncul tiba-tiba, ia mulai dari pori-pori yang tersumbat jauh di bawah kulit, berminggu-minggu sebelum benjolannya terlihat.
Karena itu, obat jerawat butuh waktu sekitar 8 sampai 12 minggu sebelum hasilnya benar-benar bisa dinilai. Panduan terbaru dari American Academy of Dermatology (organisasi dokter kulit di Amerika Serikat) yang terbit pada 2024 menyarankan bahan seperti benzoyl peroxide dan retinoid, yaitu turunan vitamin A. Obat yang mengandung dua bahan sekaligus juga dianjurkan, karena setiap bahan bekerja pada penyebab jerawat yang berbeda.
Kalau jerawat sudah parah atau terus kambuh, sebaiknya periksa ke dokter kulit. Dokter bisa memberi obat minum seperti doksisiklin, yaitu sejenis antibiotik. Obat ini sebaiknya dipakai sebentar saja dan bersama benzoyl peroxide, supaya kuman jerawat tidak kebal. Pada perempuan yang jerawatnya dipengaruhi hormon, dokter bisa mempertimbangkan spironolakton atau pil KB tertentu. Spironolakton tidak boleh dipakai saat hamil.
Untuk jerawat yang sangat berat, meninggalkan bekas, membuat sangat tidak percaya diri, atau tidak mempan dengan pengobatan biasa, ada obat bernama isotretinoin yang dianjurkan kuat oleh panduan yang sama. Obat ini hanya boleh dipakai dengan resep dan pengawasan dokter.
Jadi kalau sudah dua sampai tiga bulan memakai obat dengan teratur tapi kulit belum membaik, jangan langsung ganti produk lagi. Temui dokter kulit sebelum jerawat meninggalkan bekas yang lebih sulit dihilangkan. Pada akhirnya, cara mengatasi jerawat yang paling rasional adalah konsisten pada satu regimen yang tepat sambil berkonsultasi dengan ahlinya.**