Favorite TV Program

Dr OZ: Mengatasi Kutu Air Akibat Kaki Sering Basah-basahan

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Mengatasi Kutu Air Akibat Kaki Sering Basah-basahan |  Mengatasi kutu air, atau yang lebih dikenal dengan istilah athlete's foot (tinea pedis), memerlukan pemahaman bahwa infeksi jamur dermatofit ini sering kali dianggap sepele. Padahal, ini adalah salah satu masalah kulit yang paling umum, terutama bagi mereka yang aktif di lingkungan yang lembap dan basah. Ketika kaki terus-menerus dalam keadaan basah, entah karena keringat berlebih, genangan air hujan, atau kontak dengan air tanpa pengeringan yang memadai, itu menciptakan kondisi yang sempurna bagi jamur untuk berkembang di antara jari-jari kaki.

Infeksi ini sering kali menyebabkan rasa gatal, kulit mengelupas, bahkan kulit yang retak, yang bisa membuka jalan bagi infeksi bakteri sekunder. Gejalanya bisa berupa kemerahan yang berlebihan, bengkak, keluarnya cairan, atau bahkan demam. Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, paparan kelembapan yang berulang dapat memperlambat proses penyembuhan kulit dan meningkatkan risiko komplikasi. Oleh karena itu, mengatasi kutu air dengan cepat dan tepat sangat penting agar masalah kecil ini tidak berkembang menjadi gangguan yang mengganggu kenyamanan sehari-hari.

Untuk mengatasi kutu air dan mencegahnya kembali muncul, kombinasi antara terapi topikal dan disiplin dalam menjaga kebersihan kaki adalah kunci utama. Panduan dari American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan penggunaan obat antijamur seperti terbinafine, clotrimazole, atau miconazole secara rutin, ditambah dengan kebiasaan mengeringkan kaki, terutama di sela-sela jari, secara menyeluruh setelah beraktivitas.

Selain itu, mengganti kaus kaki berbahan katun secara berkala, menghindari alas kaki tertutup dalam kondisi basah, serta tidak berbagi sepatu dengan orang lain turut membantu memutus siklus pertumbuhan jamur dalam mengatasi kutu air. Langkah-langkah preventif sederhana ini, jika dilakukan secara konsisten, terbukti efektif menekan risiko kekambuhan sekaligus menjaga kesehatan kulit kaki dalam jangka panjang.**

Photo by Jonathan Borba