Favorite TV Program

BASA-BASI: Cara Mencegah Keguguran, Intervensi Gaya Hidup dan Pemantauan Medis

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Cara Mencegah Keguguran, Intervensi Gaya Hidup dan Pemantauan Medis | Menjaga kehamilan di trimester pertama sering kali menjadi momen yang paling mendebarkan bagi setiap calon ibu. Ini karena sebagian besar kasus keguguran terjadi dalam 12 minggu pertama kehamilan. Meskipun banyak keguguran spontan disebabkan oleh kelainan kromosom janin yang tidak bisa dicegah, langkah-langkah pencegahan melalui perubahan gaya hidup dan pemeriksaan medis rutin tetap sangat penting. Tindakan ini menjadi dasar utama dalam cara mencegah keguguran yang bisa dilakukan oleh setiap pasangan sejak awal.

Menurut panduan klinis dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi seimbang, mengonsumsi asam folat minimal 400 mikrogram setiap hari sebelum dan selama awal kehamilan, serta sepenuhnya menghindari rokok dan alkohol untuk mengurangi risiko komplikasi kehamilan. Selain itu, mendeteksi dan mengelola penyakit yang ada seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan tiroid sejak masa pra-konsepsi adalah kunci untuk menjaga fungsi plasenta tetap optimal. Upaya mencegah keguguran sebaiknya dimulai jauh sebelum kehamilan itu sendiri.

Para ahli kesehatan reproduksi juga menekankan pentingnya pemantauan medis yang personal untuk mendeteksi potensi gangguan struktural atau hormonal. Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG(K), seorang spesialis obstetri dan ginekologi serta pakar kebidanan di Indonesia, menyatakan, "Kunci utama pencegahan keguguran berulang terletak pada skrining komprehensif sejak dini untuk mengidentifikasi faktor risiko internal, seperti defisiensi progesteron, sindrom antifosfolipid (APS), hingga kelainan rahim yang sering kali tidak menunjukkan gejala."

Dengan melakukan pemeriksaan USG transvaginal secara rutin, mengevaluasi kadar hormon, dan menjalani konsultasi antenatal yang teratur, dokter spesialis dapat memberikan intervensi medis yang tepat, seperti terapi penguat kandungan atau terapi antikoagulan—untuk memastikan janin berkembang dengan aman hingga saat persalinan. Dengan demikian, cara mencegah keguguran yang efektif bukan hanya soal menjaga pola hidup, tetapi juga melibatkan deteksi dini dan penanganan medis yang terpersonalisasi sesuai kondisi setiap ibu hamil.**

Photo by John Looy on Unsplash