Favorite TV Program

Dr OZ: Waspada! Gigitan Anjing Dapat Membahayakan

Video Thumbnail
SHARE

TRANS TV - Waspada! Gigitan Anjing Dapat Membahayakan | Kasus gigitan anjing masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Dan menariknya, sekitar 95 persen kasus rabies pada manusia disebabkan oleh gigitan anjing yang terinfeksi. Perlu menjadi catatan, ahwa gigitan anjing bisa menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan yang sangat berbahaya, mulai dari rabies yang menyerang sistem saraf pusat, tetanus akibat bakteri Clostridium tetani, hingga sepsis yang bisa merusak organ secara fatal. Tingkat keparahan luka pun bervariasi, dari goresan ringan hingga kerusakan jaringan dalam yang memerlukan penanganan medis segera, terutama jika gigitan anjing berasal dari hewan yang status vaksinasinya tidak diketahui.

Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah dampak fatal dari gigitan anjing. Pertolongan pertama yang disarankan adalah mencuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 5 hingga 15 menit untuk membersihkan bakteri dan air liur yang mungkin mengandung virus. Jika luka tidak berdarah, tekan perlahan area gigitan anjing agar darah keluar dan membantu membersihkan kuman dari dalam luka.

Setelah dibersihkan, oleskan antiseptik, tutup dengan perban steril, dan segera cari bantuan medis untuk mendapatkan vaksin rabies serta suntikan tetanus jika imunisasi sudah lebih dari lima tahun. Gejala rabies sendiri bisa muncul setelah masa inkubasi 4 hingga 12 minggu, dengan tanda awal seperti demam, sakit kepala, dan sensasi kesemutan di area gigitan anjing, yang kemudian bisa berkembang menjadi gangguan neurologis yang serius. Mengingat rabies adalah penyakit yang fatal namun dapat dicegah, setiap luka gigitan anjing, sekecil apa pun, harus mendapatkan perhatian medis secepatnya.**